One Year Later (2 of 2)

one year later (sookyu)

Title : One Year Later (2 of 2)
Author : dindadey
Genre : sad, romance
Cast : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun
Other cast : find it

FF ini murni dari ideku dan terinspirasi dari lagu “Jessica ft. Onew – One Year Later”. Jika ada kesamaan mohon maaf dan mention @dindadey atau tinggalkan comment. Happy reading ^^

Author POV

“Sooyoung-ah! Gwaenchanha??” Kyuhyun tiba-tiba sudah berada disamping Sooyoung dan menatap khawatir padanya.

“Oppa, cepat tolong Donghae oppa!!” ucap Sooyoung dengan sedikit berteriak pilu pada Kyuhyun. Kyuhyun yang menyadari kondisi Donghae langsung mengangkat tubuhnya dengan dibantu beberapa orang yang berada disekitarnya dan membawa masuk kedalam mobilnya yang terpakir tidak jauh dari tempat kejadian.

Sooyoung duduk memegangi tubuh Donghae didalam mobil dan Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, sampai melebihi batas kecepatan mobil. Sooyoung terus menangis dan menepuk-nepuk wajah Donghae, mencoba untuk membangunkannya.

“Oppa.. ireona… oppa..” Kyuhyun yang mendengar tangisan Sooyoung membuat perasaannya bercampur aduk. Entah perasaan sedih karena melihat Sooyoung yang menangisi dan perhatiannya pada Donghae, atau perasaan lain yang tidak diketahuinya.

Donghae langsung dibawa ke UGD dan ditangani dokter saat mereka tiba di rumah sakit. Sooyoung dan Kyuhyun hanya diperbolehkan menunggu diluar ruangan operasi saat Donghae dipindahkan ke ruang operasi walaupun Sooyoung memaksa ingin masuk.

Kyuhyun ikut merasakan perasaan sakit saat melihat Sooyoung menangis.

Dengan tangan gemetar, Sooyoung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi appanya dan appa Donghae. Kyuhyun yang duduk disampingnya hanya bisa mendengarkan percakapan Sooyoung. Ucapan maaf terus terlontar dari bibirnya kepada orang diseberang telpon.

“Ini semua salahku, ini semua salahku..” lirih Sooyoung dengan air mata yang masih terus mengalir serta gemetar setelah menutup telepon dan memandang tangannya yang masih berbekas darah Donghae yang sudah mengering. Sooyoung menutup wajahnya yang basah dengan kedua telapak tangannya. Perasaan bersalah terus berputar dipikirannya. Berpikir apa yang akan dia perbuat jika terjadi sesuatu hal yang lebih buruk pada Donghae.

Saat Kyuhyun ingin memeluk tubuh Sooyoung, tiba-tiba seorang suster keluar dari ruang operasi.

“Apakah ada anggota keluarganya?” tanya suster itu pada Kyuhyun dan Sooyoung.

“Anio, tapi aku calon istrinya” hati Kyuhyun merasa teriris mendengar Sooyoung mengatakan itu.

“Kami membutuhkan keluarganya. Pasien membutuhkan transfusi darah segera. Golongan darah pasien A” ucap suster itu.

“Saya saja, ambil darah saya. Golongan darah saya O” ucap Sooyoung dengan nada mendesak, karena didominasi perasaan khawatir.

“Baiklah kalau begitu. Silahkan ikut saya” suster itu pergi bersama Sooyoung dan meninggalkan Kyuhyun yang hanya diam melihat kepergian Sooyoung. Dia tidak tau apa yang harus dilakukanya, hanya duduk sambil menundukkan kepalanya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Kyuhyun mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang baru saja bertanya padanya.

“Ajeossi..”

“Kutanya sekali lagi, sedang apa kau disini?” tanya orang itu yang tak lain adalah appa Sooyoung. Belum sempat Kyuhyun menjawab, Sooyoung keluar dari dalam ruangan.

“Appa..” panggilan Sooyoung membuat kedua orang itu secara otomatis berpaling ke arahnya.

“Sayang, apa yang terjadi? Apakah kau tidak apa-apa?” tanya appa Sooyoung sambil memperhatikan keadaan Sooyoung, meneliti apakah putrinya terluka atau tidak.

“Nan gwaenchanha..” ucap Sooyoung.

“Tapi.. Donghae oppa… yang terluka parah” tiba-tiba Sooyoung mulai menangis. Melihat putrinya yang menangis membuat appa Sooyoung memeluknya.

“Uljimayo… Donghae pasti tidak apa-apa” appa Sooyoung mencoba menenangkan Sooyoung yang terus saja menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.

“Ini salahku appa, salahku. Andai aku menyebrang jalan dengan lebih hati-hati, pasti Donghae oppa..” Sooyoung masih terus menangis dipelukan appanya, sedangkan Kyuhyun masih hanya diam menatapnya. Dia juga sangat ingin menenangkan Sooyoung, tapi itu hal yang tidak mungkin saat appanya berada diantara mereka.

“Tuan Choi. Bagaimana keadaan putraku?” tanya appa Donghae saat baru saja tiba. Raut wajah khawatir terlihat jelas diwajahnya dan perasaan panik.

“Ajeossi, mianhae. Ini semua salahku” Sooyoung melepaskan pelukan appanya dan berlutut dihadapan tuan Lee, appa Donghae.

“Berdirilah, kau tidak perlu seperti ini. Ini semua kecelakaan, tidak ada yang perlu disalahkan” appa Donghae memegang kedua lengan Sooyoung dan membantu tubuh Sooyoung untuk berdiri kembali.

“Tapi ini semua karena Donghae oppa menolongku” isak Sooyoung dengan tetap menundukkan kepalanya.

“Sudahlah, kita tunggu saja dokter keluar dan kita akan mengetahui keadaan Donghae. Kau tidak perlu menangis lagi sayang” ucap appa Sooyoung.

“Benar kata appamu, kita tunggu saja dokter keluar” ucap appa Donghae.

Kyuhyun yang merasa sebagai orang asing hanya bisa terdiam mendengarkan pembicaran mereka.

Tidak lama setelah itu, dokter dan suster keluar dari ruang operasi.

“Bagaiman keadaan putra saya?” tanya appa Donghae langsung.

“Anak anda selamat dan kami akan memindahkannya ke ruang perawatan. Tapi anak anda belum siuman, kita tunggu beberapa hari ini untuk mengetahui sejauh mana kondisinya” jelas dokter itu.

“Kapan anak saya akan siuman?” tanya appa Donghae lagi.

“Kami tidak tau kapan siumannya karena ada sedikit gangguan pada sarafnya yang menyebabkan anak anda belum siuman. Kita hanya perlu berdoa saja sekarang, kami sudah semaksimal mungkin menolongnya dan kami akan terus memantau keadaannya” jelas dokter itu lagi. Sooyoung yang mendengarnya kembali menangis dalam pelukan appanya.

Beberapa suster keluar dari ruang operasi dan membawa Donghae yang dalam keadaan belum sadar ke arah ruang perawatan. Sooyoung dan appa Donghae langsung mengikutinya. Kyuhyun yang juga ingin mengikutinya ditahan oleh appa Sooyoung.

“Kau tidak perlu. Sebaiknya kau pergi dari sini, kau tidak diperlukan disini dan terima kasih karena kau sudah menolong Donghae” ucapnya pada Kyuhyun dan melihat pakaian Kyuhyun yang masih tersisa darah, seakan mengerti bahwa Kyuhyun juga ikut menolong Donghae. Setelah itu, appa Sooyoung pergi meninggalkan Kyuhyun.

Sooyoung sempat menengok ke arah Kyuhyun sebelum berbelok ke lorong lain, mengikuti Donghae tadi. Mereka sempat bertatapan dan Kyuhyun dapat melihat bibir Sooyoung yang bergerak mengucapkan ‘gomawo’ dan ‘mianhae’ dengan tatapan sedih

~~*~~

“Malam ini biar aku saja yang menemani Donghae Oppa. Appa dan ajeossi pulang saja” ucap Sooyoung pada kedua pria paruh baya didepannya.

“Tapi kau juga harus beristirahat. Ajeossi tau kau pasti juga masih shock setelah kecelakaan tadi”

“Anio, gwaenchanha” ucap Sooyoung lagi.

“Sudahlah Tuan Lee, biarkan Sooyoung menemaninya. Mungkin jika calon istrinya yang menemaninya, Donghae akan segera siuman” Sooyoung hanya tersenyum tipis mendengar ucapan appanya. Antara mengiyakan dan mengelak dari kenyataan bahwa dia memang calon istri Donghae.

Setelah kedua pria paruh baya itu pergi, Sooyoung duduk disebelah ranjang Donghae, memperhatikan Donghae yang diperban dan selang pernafasan yang terpasang dihidungnya. Donghae mungkin sudah melewati masa kritisnya, tapi keadaannya yang masih belum siuman yang membuat Sooyoung masih merasa khawatir dan merasa bersalah. Dia hanya bisa duduk dan menangis disamping Donghae, mengenggam tangannya dan terus mengucapkan permintaan maaf sampai akhirnya dia tertidur.

~~*~~

Sudah hampir 2 minggu, atau lebih tepatnya 10 hari Donghae belum juga siuman. Selama itu juga, setiap harinya Sooyoung selalu menemaninya. Sooyoung sampai mengabaikan pekerjaannya, mengabaikan kata orang-orang yang silih berganti menjenguk Donghae untuk sekaligus membujuk Sooyoung beristirahat. Tapi Sooyoung tetap merawat Donghae, sebab dia benar-benar merasa bersalah, sehingga membuatnya tidak tega untuk meninggalkan Donghae sedikit pun.

“Mianhae oppa.. andai kau tidak menolongku. Lebih baik aku saja yang terluka” Sooyoung mulai menangis kembali dan mengucapkannya dengan sedikit bergetar.

“Aku janji tidak akan meninggalkan oppa dan akan menjadi istri yang baik untuk oppa. Aku janji akan selalu mecintaimu, jadi tolong sadarlah” isak Sooyoung.

“Oppa masih ingin kan menikah denganku? Minggu depan kita akan menikah, jadi cepatlah sadar. Aku akan mencoba mencintai oppa. Aku tidak sanggup menanggung perasaan bersalah pada orang-orang jika oppa tidak juga sadar” hanya senyuman getir yang dia tunjukkan disertai air mata yang masih terus mengalir dipipinya. Inilah yang sering Sooyoung lakukan jika sedang seorang diri merawat Donghae.

Tanpa disadari Sooyoung, Kyuhyun telah berdiri diambang pintu dan mendengarkan semua yang telah diucapkan Sooyoung. Ucapan Sooyoung membuat dirinya merasa sudah tidak memiliki harapan lagi untuk membuat Sooyoung kembali padanya. Sekuat apapun dia berusaha, sepertinya itu tidak akan pernah membuatnya merubah keputusan Sooyoung.

Kyuhyun perlahan menghampiri Sooyoung dan memegang bahunya yang bergetar.

“Sooyoung-ah”

“Oppa…” Sooyoung kaget karena ternyata Kyuhyun berada di rumah sakit.

“Bisakah kita bicara sebentar?” tanya Kyuhyun. Tapi Sooyoung sempat berpikir melihat kondisi Donghae yang belum siuman jika dia meninggalkannya sendiri. Tak lama setelah itu seorang suster datang.

“Permisi, saya ingin mengecek kondisi tuan Donghae” ucap suster itu.

“Ah, ne. Suster, bisakah saya minta tolong untuk menemani Donghae dulu? Saya harus keluar sebentar. Saya akan segera kembali” pinta Sooyoung pada suster itu.

“Oh, silahkan. Saya akan menjaga tuan Donghae” ucap suster itu sambil tersenyum.

“Gamsahabnida” ucap Sooyoung membungkukkan badannya dan pergi keluar bersama Kyuhyun ke taman rumah sakit.

Saat mereka sudah duduk dibangku taman rumah sakit, hanya keheningan yang tercipta diantara mereka. Ada perasaan rindu yang Sooyoung rasakan saat bisa melihat Kyuhyun lagi setelah kecelakaan waktu itu. Tapi semua itu ditahannya, mengingat janjinya pada Donghae. Janji untuk tetap selalu setia padanya.

“Gomawo karena sudah menolong Donghae oppa waktu itu” ucap Sooyoung memecah keheningan diantara mereka. Tatapan Sooyoung hanya mengarah kedepan.

“Kau tidak perlu berterima kasih, karena menurutku aku juga ikut andil dalam kecelakaan ini” ucap Kyuhyun dengan arah tatapan yang sama seperti Sooyoung.

“Ani, ini bukan salah oppa”

“Aku juga ikut salah karena jika aku tidak mendesak dan menahanmu, mungkin kau tidak akan lari dan menyebabkan kecelakaan itu” bantah Kyuhyun.

“Soal itu.. aku..”

“Sudahlah Sooyoung-ah, semua sudah terjadi. Kita hanya perlu berdoa untuk kesembuhan Donghae, seperti kata dokter waktu itu” ucap Kyuhyun memotong perkataan Sooyoung karena dia sudah tau apa yang akan dikatakan Sooyoung.

“Ne.. oppa benar”

“Dan… mianhae karena aku sudah mengganggu hubungan kalian. Aku sudah mengerti, kalian memang saling mencintai dan tidak seharusnya aku muncul dihadapanmu lagi. Mianhae” Sooyoung dapat mengerti dari nada bicara Kyuhyun yang terasa menyakitkan ditelinganya. Perasaan sedih Kyuhyun yang sebenarnya sangat tidak ingin didengarnya. Tapi Sooyoung hanya tetap diam mendengarkannya.

“Semoga kalian bahagia dengan pernikahan kalian setelah Donghae siuman nanti. Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi dan mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu” Sooyoung memejamkan matanya saat mendengar kata-kata Kyuhyun, menahan merasakan perasaan sakit dihatinya saat mendengarnya.

“Kalau begitu, aku pergi dulu. Kudoakan yang terbaik untuk kalian, aku tidak tau akan datang kepernikahan kalian atau tidak. Selamat tinggal” Kyuhyun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Sooyoung yang masih terduduk ditempat yang sama. Meninggalkan Sooyoung yang menangis terisak, menutup mulutnya agak tidak keluar suara isakan tangis dan membuat Kyuhyun mendengarnya. Dia hanya ingin dirinya sendiri lah yang mengetahui seberapa sakit hatinya, tanpa seorang pun tau termasuk Kyuhyun.

Sama halnya dengan Kyuhyun yang ternyata juga menangis kecewa dengan kelemahannya yang tidak bisa memperjuangkan cintanya. Hanya menangis dan memukul setir mobilnya, melampiaskan segala hal yang ada dalam hatinya saat dia sudah duduk di dalam mobilnya yang terparkir di parkiran rumah sakit.

Penantian yang berakhir sia-sia pada sepasang kekasih ini selama satu tahun.

~~*~~

Dengan mata sembab, Sooyoung kembali ke kamar rawat Donghae. Suster tadi masih mengecek kondisi Donghae saat Sooyoung masuk ke dalam.

“Jeosonghabnida karena sudah merepotkan suster” ucap Sooyoung yang sontak membuat suster itu terkaget.

“Ah.. nona sudah kembali? Gwaenchanha. Ini sudah tugas saya. Kalau begitu saya permisi dulu” suster itu pergi meninggalkan Sooyoung yang sudah duduk kembali disamping Donghae. Mengelus tangan Donghae sambil memanjatkan beberapa doa untuk kesembuhan Donghae.

Tiba-tiba dirasakannya sedikit gerakan dari jari Donghae yang membuat Sooyoung tersadar dari doanya. Mata Donghae secara perlahan mulai terbuka walaupun masih mencoba menyesuaikan cahaya yang sedikit menusuk penglihatannya.

“Oppa… oppa sudah sadar? Oppa bisa melihatku?” tanya Sooyoung memastikan apakah Donghae sudah benar-benar sadar atau belum.

“S..Soo..young..” panggil Donghae dengan terbata. Mendengar Donghae yang mulai memanggil namanya, Sooyoung langsung memencet tombol di samping ranjang untuk memanggil suster dan dokter.

“Aku disini oppa. Aku sudah memanggil dokter dan suster” ucap Sooyoung.

Tak lama setelah itu seorang dokter dan beberapa suster masuk ke dalam dan langsung mengecek keadaan Donghae, sedangkan Sooyoung diminta untuk menunggu diluar. Selama menunggu, Sooyoung menghubungi appa Donghae dan appanya untuk mengabarkan Donghae yang sudah siuman. Setelah selesai menelpon, dokter dan suster yang memeriksa Donghae keluar.

“Bagaimana dok? Apakah dia baik-baik saja?” tanya Sooyoung langsung.

“Tuan Donghae sudah benar-benar sadar dan kondisinya baik-baik saja. Kita hanya perlu menunggu kondisinya stabil selama masa pemulihan” jelas dokter itu kepada Sooyoung yang dibalas dengan ucapan terima kasih.

Sooyoung kembali masuk dan melihat Donghae yang tersenyum padanya. Selang oksigen yang tadinya terpasang dihidungnya ternyata sudah dilepaskan oleh suster. Sooyoung duduk disamping Donghae dan membalas senyumannya.

“Maafkan aku karena sudah membuatmu benar-benar khawatir. Kata suster, kau yang selalu menemani dan merawatku selama aku koma. Gomawo” ucap Donghae dengan nada yang masih lemah.

“Oppa tidak perlu berterima kasih padaku. Ini sudah menjadi tanggung jawabku karena aku adalah calon istri oppa. Gomawo karena oppa sudah menyelamatkan nyawaku saat itu” Sooyoung mengatakannya diiringi dengan air mata yang secara perlahan sudah menetes. Donghae yang melihat Sooyoung menangis menghapus air matanya secara perlahan.

“Ssstt.. uljima… kenapa kau menangis? Kau adalah orang yang sangat aku cintai, aku tidak akan bisa membiarkan orang yang kucintai celaka, lebih baik aku yang mengalaminya” Donghae mengusap puncak kepala Sooyoung dengan lembut dan membaut Sooyoung sedikit demi sedikit tersenyum.

“Oppa..”

“Hmm..”

“Gomawo karena oppa sudah mencintaiku” ucapnya pada Donghae.
Donghae secara perlahan mencoba untuk duduk dan memeluk tubuh Sooyoung. Merengkuhnya kedalam pelukannya.

“Saranghae Choi Sooyoung” bisik Donghae ditelinga Sooyoung dan membenamkan wajahnya dilekukan leher Sooyoung.

“Nado saranghae Lee Donghae” walaupun ada perasan sedikit tidak terbiasa dengan perlakuan Donghae, tapi Sooyoung berusaha bersikap menerimanya demi menjaga perasaan orang yang sudah rela mengorbankan nyawanya demi dirinya yang sampai sekarang masih belum bisa dicintainya. Seakan hatinya secara utuh sudah dibawa pergi oleh Kyuhyun setelah pertemuan terakhirnya tadi. Tapi dia berjanji akan mencoba membuka lembaran baru dalam hatinya untuk menerima Donghae, walaupun itu harus berawal dari perasaan bersalah.

‘Mianhae Donghae oppa’

~~*~~

Tidak terasa besok adalah hari pernikahan Donghae dan Sooyoung. Walaupun kondisi Donghae belum sepenuhnya pulih, karena undangan dan semua persiapaan sudah selesai, pernikahan mereka tidak bisa ditunda dan tetap sesuai tanggal yang sudah ditentukan.

Sooyoung hanya berjalan termenung ditaman tempat satu tahun yang lalu perpisahan dengan orang yang masih benar-benar dicintainya, malam terakhir sebelum akhirnya dia harus mengubur semua mimpinya dulu untuk hidup bahagia dengan Kyuhyun setelah besok menyandang sebagai nyonya Lee. Dulu salah satunya mimpinya setelah berpacaran dengan Kyuhyun adalah menyandang nama Cho Sooyoung, bukan Lee Sooyoung. Tapi setelah malam ini, dia harus benar-benar melupakannya. Melupakan semua kenangan manisnya dengan Kyuhyun.

Saat berjalan-jalan, tidak sengaja dia melihat Kyuhyun yang juga berada ditaman itu. Kyuhyun duduk dikursi tempat satu tahun yang lalu mereka berpisah.

“Kyuhyun oppa..” suaranya terdengar seperti bisikan, tapi ternyata Kyuhyun seperti mendengar suara Sooyoung dan menoleh ke arah Sooyoung. Mata mereka saling berpandangan dan tanpa mereka sadari, mereka saling berjalan perlahan dan tak lama sudah berdiri berhadap-hadapan. Mereka hanya terdiam sambil terus menatap satu sama lain.

“Kyuhyun oppa..” panggilnya lagi dan air mata mengalir kembali dipipinya. Kyuhyun menghapus air mata Sooyoung dan mengecup mata serta kening Sooyoung yang membuat Sooyoung reflek memejamkan matanya.

“Uljima Sooyoung-ah…” ucap Kyuhyun dengan masih mengecup kening Sooyoung. Isakan Sooyoung mulai keluar dari mulutnya, seakan semua beban yang dia tahan selama ini sudah tidak dapat terbendung lagi. Menumpahkan segala perasaan sakitnya dihadapan Kyuhyun.

Direngkuhnya tubuh Sooyoung kedalam pelukan Kyuhyun dan Sooyoung pun membalas pelukannya tanpa berhenti menangis, sedikit membasahi baju Kyuhyun.

“Saranghae.. saranghae.. jeongmal saranghae Sooyoung-ah”

“Nado saranghae”

Keduanya semakin mengeratkan pelukannya. Kyuhyun meregangkan sedikit pelukannya dan mereka kembali bertatapan. Sooyoung masih saja menangis walaupun sudah tidak terdengar lagi isakannya. Kyuhyun menghapus kembali air mata Sooyoung.

Jarak wajah mereka semakin menipis dan akhirnya bibir mereka saling bertemu. Awalnya hanya sebuah kecupan-kecupan ringan, tapi akhirnya mereka mulai saling membalas ciuman satu sama lain. Meluapkan semua perasaan cintanya dalam bentuk ciuman. Setelah cukup lama mereka berciuman, mereka kembali berpandangan. Kyuhyun mengelus lembut pipi Sooyoung tanpa melepaskan tangannya yang melingkar dipinggang Sooyoung, begitu pun Sooyoung.
“Haruskah kau menikah dengannya? Bisakah kau kembali padaku?” tanya Kyuhyun lembut. Mendengar pertanyaan Kyuhyun, membuat Sooyoung kembali menangis.

“Mianhae.. jeongmal mianhae. Aku harus menikah dengannya. Dia sudah mengorbankan nyawanya untukku, dia yang sudah menyelamatkanku. Aku berhutang nyawa padanya, hanya menikah dengannya lah aku bisa sedikit meringankan segala rasa bersalahku padanya, walaupun itu masih belum cukup dan ini juga demi appa” ucap Sooyoung sambil menundukkan kepalanya.

“Andai aku bisa memutar waktu ke saat kecelakaan itu, lebih baik aku yang menyelamatkanmu dan mati dibandingkan aku harus menerima kenyatan bahwa kau akan bersanding dengannya. Itu sungguh membuatku sakit. Setiap harinya aku tidak bisa melupakan bayang-bayangmu, bahkan sejak satu tahun lalu. Kau bagaikan candu bagiku, Sooyoung-ah” penuturan Kyuhyun membuat Sooyoung kembali menatapnya dan menggelengkan kepalanya.

“Andwe oppa… kau tidak boleh seperti itu. Aku akan lebih merasa bersalah jika semua itu menimpa dirimu. Mianhae oppa.. aku mohon carilah wanita lain yang lebih pantas untukmu. Aku… aku sudah membawa banyak penderitaan pada oppa semenjak kita masih berpacaran. Jika oppa mati, aku lebih baik mati juga. Karena itu lebih menyakitkan hatiku”

“Hiduplah dengan baik walau harus tanpaku. Oppa pasti mendapatkan yang lebih baik dariku. Saranghae” Sooyoung mengecup bibir Kyuhyun untuk terakhir kalinya dan pergi dari hadapan Kyuhyun dengan air mata yang masih terus mengalir. Meninggalkan Kyuhyun yang hanya bisa terpaku menatap kepergian Sooyoung.

“Nado sarangahae…”

~~*~~

Sooyoung POV

Kupandangi diriku dicermin. Gaun pengantin berwarna putih rancanganku sendiri yang sejak dulu sudah kupersiapkan, akhirnya kukenakan hari ini. Walaupun dulu saat merancangnya, aku selalu membayangkan akan memakainya dengan orang yang benar-benar kucintai saat itu. Tapi sayangnya, hari ini aku harus memakainya dengan orang yang sampai saat ini masih belum bisa aku cintai.

tok tok..

Pintu ruang riasku terbuka dan muncul sosok appa yang sudah menggunakan tuxedo hitam rancanganku. Memang untuk pernikahanku, sejak dulu aku sangat ingin semua orang memakai pakaian rancanganku dan hari ini memang terjadi.

Appa tersenyum sambil berjalan ke arahku.

“Kau sangat cantik. Akhirnya putri kecil appa akan menikah dengan orang yang dicintainya” aku merasa sedih mendengarnya. Aku ingin sekali mengatakan pada appa kalau Donghae bukanlah orang yang kucintai, tapi melihat senyum appa membuatku tidak enak hati mengatakannya.

“Ne.. appa” aku mecoba tersenyum seceria mungkin, walaupun ini bukanlah yang aku inginkan.

“Karena putri appa sudah cantik, sudah seharusnya kita menghampiri calon suamimu yang sudah menunggumu di altar. Para tamu juga harus melihat putri appa yang sangat cantik ini” appa mencium pipi dan keningku. Ini benar-benar membuatku terharu. Kebahagiaan appa masih tetap menjadi prioritasku sejak dulu.

Aku dan appa sudah berdiri didepan pintu menuju altar. Setelah pintu itu terbuka dan wedding march mulai dimainkan, kami melangkah bersama menuju altar. Aku tidak sanggup menatap kedepan, sehingga aku hanya menundukkan kepalaku. Para tamu juga tidak akan bisa melihat ekspresi wajahku yang terlihat sendu karena kain tipis yang menutupi wajahku.

“Kuserahkan putriku padamu. Bahagiakanlah dirinya dan kupercayakan semuanya padamu” ucap appa dan meletakkan tanganku pada tangan calon suamiku saat kami sudah tiba didepan altar. Aku masih tidak mengangkat kepalaku sampai akhirnya aku mendengar suara yang sangat familiar ditelingaku.

“Ne, abeonim”

Benarkah yang aku lihat sekarang? Atau ini hanyalah mimpi?
Aku melangkah sedikit dan menaiki pijakan kecil dialtar tanpa melepaskan pandanganku darinya.

“Apakah kedua mempelai sudah siap?” apa yang diucapkan oleh pendeta benar-benar membuatku masih tidak bisa melepaskan tatapanku, sampai akhirnya dia yang menyadarkanku.

“Sooyoung-ah.. jangan tatap aku. Kau bisa menatapku sepuasnya setelah kita menyelasikan pemberkataan ini” ucapnya dengan lembut yang akhirnya membuatku menatap kedepan walaupun masih ada perasaan kaget dalam diriku dan berbagai pertanyaan dalam otakku.

“Baiklah kalau kedua mempelai sudah siap. Kita mulai saja pemberkatannya”

Pendeta yang menikahkan kami mulai menjalankan prosesi pemberkataan, dari prosesi awal sampai akhirnya kebagian inti dari acara pemberkatan.

“Cho Kyuhyun, apakah kau bersedia menjadi pemimpin dalam mahligai rumah tangga kalian, menjadi ayah dari anak-anak kalian, selalu ada dalam keadaan susah, sedih dan senang, sampai akhir hayat kalian?”

“Ne, saya bersedia”

“Choi Sooyoung, apakah kau bersedia menjadi pendampingnya dalam mahligai rumah tangga kalian, menjadi ibu dari anak-anak kalian, selalu ada dalam keadaan susah, sedih dan senang, sampai akhir hayat kalian?”

“Ne, saya bersedia”

Dengan hati yang penuh keyakinan kami mengucapkannya dengan lancar. Suatu hal yang sejak dulu kuimpikan. Mengucap janji setia selama-lamanya bersama Kyuhyun.

“Kalian saya nyatakan resmi menjadi suami istri. Silahkan kedua mempelai memasang cincin dijari manis masing-masing”
Aku kembali terkaget dengan dua pasang cincin yang ada dihadapan kami. Cincin pasangan yang dulu kami kenakan.

“Cincin ini telah kembali kepada pemilik aslinya dan selamanya akan selalu ada dijari manisnya” ucap Kyuhyun saat memakaikan cincin itu padaku dan membuatku tersenyum.

“Cincin ini juga akan selalu berada dijari manis orang yang tepat sebagai pasangannya, selamanya” uacpku sambil memasangkan cincin yang satu lagi dijari manisnya.

“Kalian telah sah menjadi suami istri, cincin itu akan menjadi pengikat hubungan kalian. Kalian adalah satu, tidak ada yang bisa memisahkan kecuali Tuhan. Kedua mempelai silahkan mencium pasangannya”

Kyuhyun membuka kain tipis yang menutupi wajahku. Sekarang tidak ada lagi sendu diwajahku, hanya senyuman yang kuberikan pada dirinya dan perlahan dia mulai menipiskan jarak wajah kami. Aku menutup mataku dan merasakan bibirnya yang sudah menempel dibibirku. Merasakan kembali manisnya ciumannya. Aku bisa merasakan bibirnya yang tersenyum saat menciumku. Begitupun denganku.

Author POV

Masih ada perasaan tidak menyangka dalama diri Sooyoung saat Kyuhyun berdiri berdampingan dengannya sekarang untuk menyambut para tamu.

“Oppa.. bagaimana oppa yang bisa berdiri di altar?” tanya Sooyoung pada Kyuhyun saat beberapa tamu sudah tidak memberikan ucapan pada mereka.

“Sebenarnya awalnya aku juga tidak menyangka, tapi ini semua karena Donghae. Dia yang memintaku menggantikannya. Ini semua terjadi mendadak setelah tadi malam kau pergi”

Flashback

“Kyuhyun-ssi..” merasa bahunya ditepuk oleh seseorang, membuat Kyuhyun reflek menatap ke arah orang yang sedang berdiri disampingnya.

“Donghae-ssi.. apa yang kau lakukan disini?” tanya Kyuhyun.

“Aku sebenarnya datang untuk mencari Sooyoung” jawabnya.

“Sooyoung tidak ada disini, dia sudah pergi” Kyuhyun hanya menunjukkan wajah lesu saat mengatakannya.

“Aku tau, karena aku sejak tadi sudah melihat kalian berdua”

“Jadi kau..” Kyuhyun terkaget mendengar ucapan Donghae.

“Ne, aku mendengar semuanya. Aku juga melihat kalian berpelukan, bahkan berciuman” tutur Donghae pada Kyuhyun dengan tawa getirnya.

“Itu… hanya untuk terakhir kalinya. Mulai besok, dia sudah menjadi milikmu seutuhnya dan kuucapkan selamat untuk pernikahan kalian besok. Aku tidak tau apakah aku akan sanggup melihat kalian bersama” ucap Kyuhyun dengan tersenyum getir.

“Gamsahabnida, aku juga mengharapkan besok aku bisa bersama dengannya mengucapkan janji suci sehidup semati. Tapi… sepertinya itu tidak akan pernah terjadi” Donghae mengatakannya tanpa menghadap ke arah Kyuhyun, hanya menatap lurus kedepannya.

“Apa.. maksudmu Donghae-ssi?” Kyuhyun benar-benar merasakan butuh penjelasan sekarang juga. Apakah Donghae akan meninggalkan Sooyoung demi wanita lain dan membuat Sooyoung kembali sakit hati setelah semua pengorbanannya untuk berpisah denganku? Pertanyaan seperti itulah yang berputar diotak Kyuhyun.

“Aku tidak meninggalkannya demi wanita lain. Hanya mengembalikannya pada orang yang benar-benar dia cintai” jawaban Donghae seakan menjawab semua pertanyaan yang tidak diutarakan Kyuhyun.

“Maksudmu padaku?” tanyanya lagi.

“Ne, tentu saja padamu. Memangnya siapa yang dia cintai selain dirimu?” Donghae sedikit tertawa walaupun tawa yang dia keluarkan adalah tawa kesedihan karena benar-benar harus merelakan orang yang sejak dulu dia cintai.

“Kau tau? Aku dan Sooyoung sebenarnya sudah lama saling kenal, sejak pertama kali orang tua kami menjadi rekan bisnis. Lebiih tepatnya hampir 5 tahun yang lalu. Saat itu kami bertemu dalam jamuan besar bagi para relasi kerja yang diadakan oleh keluarga Choi dan kami saling berkenalan karena orang tua kami juga. Saat itu aku langsung tertarik padanya, tapi aku tidak tau bahwa saat aku berkenalan dengannya dia sudah terlebih dulu dekat denganmu. Kupikir dia tidak terlalu dekat dengan pria manapun” sejenak Donghae mengehala nafas sebelum dia kembali melajutkan ceritanya.

“Kami hanya bertemu beberapa kali, sampai akhirnya kami semakin dekat dari hanya sekedar anak rekan bisnis. Kami beberapa kali makan bersama atau pergi bersama, tapi suatu ketika dia bercerita padaku bahwa dia sudah resmi berapacaran denganmu. Itu membuatku kaget, seperti yang kubilang tadi, aku tidak mengetahui dia sedang dekat dengan pria manapun dan kupikir hanya aku lah yang dekat dengannya sehingga bisa memberikan peluang besar padaku. Mulai sejak itu aku sudah mulai putus asa. Mencoba melupakannya dan menerima kenyataan bahwa mungkin kami hanya ditakdirkan untuk menjadi oppa dan dongsaeng” Kyuhyun hanya tetap diam dan mencoba mngalihkan pandangannya dengan tidak menatap wajah Donghae yang terlihat sedih saat menceritakannya.

“Setelah itu aku pergi ke Amerika untuk menangani kantor pusat disana sekaligus mencoba melupakan perasaan cintaku. Kami pun sama sekali tidak ada komunikasi lagi. Tapi satu bulan yang lalu saat aku kembali dari Amerika, appa mengatakan bahwa aku akan dijodohkan dengan Sooyoung sampai akhirnya aku bertemu lagi dengannya dan menanyakan hubungan kalian yang telah kandas satu tahun yang lalu, dia pun menceritakan padaku apa penyebab putusnya hubungan kalian. Tidak bisa dipungkiri kalau aku sangat senang karena akhirnya bisa bersanding dengannya” Donghae kembali terdiam sejenak. Seakan memikirkan apa yang harus dia ceritakan lagi.

“Sampai akhirnya aku mengikuti Sooyoung setelah kami fitting gaun pengantin. Aku melihat kalian bersama dan membuatku yakin bahwa Sooyoung atau lebih tepatnya kalian masih saling mencintai walaupun Sooyoung menyangkal bahwa dia sudah melupakan perasaanya padamu dan setelah itu terjadilah kecelakaan itu saat aku melihat kalian dipinggir jalan. Aku pun sempat merasa bimbang saat aku tersadar ada Sooyoung disampingku dan mengatakan dia juga mencintaiku. Sampai akhirnya aku melihat gelagat dia yang semakin sendu mendekati hari pernikahan kami” Kyuhyun menolehkan kepalanya ke arah Donghae saat dia menceritakan tentang sikap Sooyoung yang berubah.

“Sebenarnya malam ini aku ingin menanyakan kembali perasaannya yang sejujurnya padaku. Tapi sepertinya apa yang barusan aku lihat sudah cukup meyakinkanku bahwa dia memang mencintaimu, bukan aku. Jadi kupikir, lebih baik kau yang menggantikanku besok bersanding dengannya. Melihat dia bisa bahagia denganmu sudah membuatku senang Kyuhyun-ssi. Mungkin inilah caraku mencintainya, mencintainya sebagai oppa kepada dongsaengnya” Donghae menatap Kyuhyun dengan senyuman yang terlihat sedih.

“Kuharap kau besok pagi sudah tiba di gereja. Biar aku yang mengatakan semua ini pada kedua orang tua kami. Aku yakin mereka bisa menerimanya, terutama appa Sooyoung. Dia sangat menyayangi putrinya semenjak eommanya meninggal, itu yang kutahu dari appa. Appa Sooyoung hanya ingin melihat putrinya bisa bahagia. Jadi aku yakin dia pasti mau menerimamu kembali. Sampai jumpa besok Kyuhyun-ssi” Donghae pergi dari taman itu dan meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri mencerna semua yang telah diceritakan Donghae.

Kyuhyun hanya bisa terdiam dan tidak menjawab atau memotong apapun yang dikatakan Donghae, walaupun banyak perasaan kaget saat mendengarkannya. Tapi Kyuhyun yakin Donghae sudah tau apa jawaban Kyuhyun walau Kyuhyun tak mengatakannya secara langsung.

Flashback end

Sooyoung menitikkan air mata saat mendengar cerita Kyuhyun dan Kyuhyun langsung menghapusnya.

“Uljima.. ini hari pernikahan kita. Wajah cantikmu akan luntur jika kau menangis” ucapnya lembut dan tersenyum padanya.

“Tapi.. aku tidak pernah tau kalau Donghae oppa dari dulu sudah menyukaiku. Sejak dulu aku hanya menganggapnya sebagai oppa” Sooyoung mengatakannya sambil menghapus air matanya secara perlahan agar tidak merusak riasannya.

“Lalu bagaimana appa bisa menerima oppa?”

“Donghae menceritakan pada abeonim semua yang terjadi diantara kita tadi malam dan dengan bujukan Donghae serta keyakinan dariku, akhirnya abeonim mau menerimaku kembali. Beliau juga menceritakan kenapa dulu menentang hubungan kita. Abeonim benar-benar menyayangimu dan hanya ingin yang terbaik untukmu dan mengatakan bahwa aku yang dulu tidak cukup membuatnya yakin untuk bisa membuatmu bahagia, karena abeonim tau kalau kau tidak akan mengandalkan uangnya lagi setelah kau menikah nanti dan hanya ingin menjalani hidup dengan uang yang dihasilkan kita berdua. Makanya abeonim merasa ragu dengan pekerjaanku yang terbilang tidak cukup untuk membiayai hidup kita nanti dan aku pun dulu juga sempat berpikir begitu sebelum akhirnya aku merelakan untuk melepasmu” Kyuhyun tersenyum dan mengelus halus puncak kepala Sooyoung dan membuatnya terharu mendengar cerita Kyuhyun tentang betapa perhatiannya appanya padanya.

“Apakah Donghae oppa akan datang?” tanyanya pada Kyuhyun.

“Tadi pagi dia bilang akan datang setelah selesai mengurus beberapa hal. Aku yakin Donghae pasti sebentar lagi akan tiba” jawab Kyuhyun.

“Kalian mencariku?” suara itu membuat mereka berdua langsung menghadap orang yang sedang berdiri dihadapan mereka.

“Donghae oppa..” Sooyoung langsung memeluk Donghae dan membuatnya kaget. Donghae menatap ke arah Kyuhyun yang hanya dibalas senyuman olehnya.

“Oppa kenapa tidak pernah mengatakannya sejak dulu… aku benar-benar merasa jahat karena tidak mengetahui perasaan oppa yang sebenarnya sejak dulu. Justru aku baru mengetahuinya saat kita dijodohkan” tutur Sooyoung tanpa melepaskan pelukannya.

“Kau sudah mengetahuinya dari Kyuhyun-ssi?” tanya Donghae sambil meregangkan pelukan Sooyoung dan melirik ke arah Kyuhyun.

“Ne, Kyuhyun oppa sudah menceritakan semuanya. Ini semakin membuatku merasa bersalah. Terlebih karena waktu itu oppa menyelamatkanku” Sooyoung hanya bisa menundukkan kepalanya di depan Donghae.

“Gwaenchanha… semua sudah berlalu. Sekarang kau harus bisa bahagia dengan Kyuhyun, jangan lagi kau menangis kecuali itu adalah tangisan bahagia. Janji?”

“Ne, aku janji. Gomawo atas semua yang telah oppa lakukan untuk kami” ucap Sooyoung dan memeluk Donghae kembali.

“Gomawo Donghae-ssi” akhirnya Kyuhyun mulai membuka mulutnya setelah dari tadi berdiam diri.

“Kalau begitu sampai jumpa lagi, 1 jam lagi aku sudah harus take off” Donghae mengusap lembut kepala Sooyoung.

“Oppa mau kemana?”

“Aku harus kembali ke Amerika. Tadinya jika kau jadi menikah denganku, aku akan mengajakmu untuk tinggal bersamaku di Amerika, tapi ternyata aku harus sendiri lagi. Aku harus cepat-cepet mencari pasangan disana agar aku tidak kesepian lagi” canda Donghae yang membuat Kyuhyun dan Sooyoung tertawa.

“Ne… kau memang harus segera mencari pendamping sebelum akhirnya Sooyoung melahirkan.. aw..” ucapan Kyuhyun membuatnya mendapat cubitan kecil dipinggangnya.

“Apa yang oppa katakan? Siapa yang mau cepat-cepat melahirkan?” sungut Sooyoung yang menimbulkan tawa dari Donghae.

“Memangnya kau tidak mau punya anak denganku? Aku sangat ingin cepat-cepat punya anak. Kalau perlu nanti malam kita lembur” Sooyoung melebarkan matanya saat mendengarnya.

“Mwo?! Oppa buat saja sendiri. Aku tidak mau harus lembur nanti malam. Aku mau langsung tidur nanti” Donghae semakin tertawa mendengar penolakan Sooyoung pada Kyuhyun.

“Kalau begitu lebih baik Sooyoung kubawa saja ke Amerika daripada harus lembur denganmu. Bagaimana?” Donghae mengerlingkan matanya pada Sooyoung.

“Aku tidak ingin ikut dengan oppa ke Amerika. Aku mau bersama Kyuhyun saja di Seoul” ucap Sooyoung sambil memeluk Kyuhyun dari samping, seperti anak kecil yang akan dipisahkan dari barang kesayangannya. Kyuhyun pun justru balik tertawa pada Donghae.

“Aish.. arraseo.. aku juga sebenarnya tidak mau membawa kabur istri orang, bisa-bisa ada yang ngamuk karena istrinya dibawa kabur dan tidak mendapat jatah” Donghae tersenyum mengejek pada Kyuhyun.

“Kalau kau sudah tau, ya sudah cepat pergi saja ke Amerika. Karena aku juga tidak akan membiarkan Sooyoung dibawa olehmu” Kyuhyun ikutan tersenyum mengejek ke arah Donghae.

“Ne.. ne.. ini aku juga sudah mau pergi. Sekali lagi selamat ya untuk kalian. Aku pergi dulu. Bye”

Donghae melambaikan tangannya sambil berjalan membelakangi kedua mempelai itu dan berjalan ke arah pintu keluar ruangan resepsi.

“Sooyoung-ah… bagaimana kalau sekali saja nanti malam? Lagipula kau kan juga tidak ingin pisah dariku, jadi lebih baik nanti malam ya…” Kyuhyun menaikan alisnya berkali-kali dan membuat Sooyoung mengerutkan dahinya.

“Apa hubungannya? Lihat saja nanti malam, tergantung aku ketiduran atau tidak” ucap Sooyoung menggoda Kyuhyun. Padahal dia sama sekali tidak bisa menolak apapun yang diminta oleh nampyeonnya. Terlebih lagi dia sudah berjanji akan menjadi anae yang baik dan menuruti apa yang diinginkan nampyeonnya jika sudah menikah.

“Sooyoung-ah…” panggil Kyuhyun dengan nada manja.

“Ne.. ne.. arraseo” Kyuhyun mengecup kilat bibir Sooyoung yang otomatis membuatnya tersipu malu.

“Gomawo Sooyoung-ah..”

~~*~~

6 tahun kemudian

Sepasang suami istri sedang duduk menikmati udara musim semi disebuah taman yang sejak dulu mereka datangi. Pemandangan ditaman ini memang jauh lebih indah ketika musim semi seperti ini. Bunga-bunga mulai bermekaran dan udaranya jauh lebih sejuk.

“Eomma.. appa…” seorang anak bocah laki-laki berumur 5 tahun menghampiri sepasang suami istri yang masih menikmati pemandangan ditaman ini.

“Eomma, appa. Bolehkah Jino bermaian bersama mereka ke lapangan disebelah taman? Kami ingin bermain bola disana” tanyanya dengan memasang wajah imut agar di izikan oleh orang tuanya.

“Ne, tapi jangan lama-lama, karena hari sudah sore” ucap sang eomma sambil memberikan sebuah tempat minum bergambar woody kepada putra kesayangnya.

“Ne, eomma. Appa, bolehkan?” tanya Jino pada appanya yang sedari tadi diam memperhatikan putranya.

“Ne, Jino boleh main disana. Tapi hati-hati ya. Appa dan eomma akan menunggu Jino disini” ucap sang appa sambil mengelus puncak kepala putra kesayangannya.

“Ne appa. Kalau begitu Jino pergi main bola dulu ya” Jino berlari-lari kecil menghampiri beberapa teman sebayanya yang sedang menunggunya untuk bermain bersama.

“Aku tidak menyangka putra kita sudah sebesar itu” ucap Kyuhyun pada Sooyoung.

“Ne. Rasanya baru kemarin aku mengandungnya dan melahirkannya” ucap Sooyoung sambil terus menatap putranya yang sedang bermain.

“Taman ini, rasanya juga baru kemarin menjadi saksi perjalanan hubungan kita” ucap Sooyoung lagi.

“Kau benar. Banyak hal yang sudah kita alami di taman ini. Mulai sekarang, kita kubur semua kenangan tentang cerita pahit kita dulu, semua kata-kata menyakitkan yang pernah kita ucapkan dulu. Hanya kenangan indah yang akan kita kenang. Kita tidak perlu mengungkitnya kembali. Tidak perduli berapa musim dan tahun berlalu, aku hanya berharap tidak akan pernah ada lagi hari menyakitkan seperti dulu lagi dan hidup bersamamu selamanya sampai akhir hayatku” tutur Kyuhyun sambil merangkul bahu Sooyoung.

“Aku harap juga begitu” Sooyoung memeluk pinggang Kyuhyun dari samping.

“Sarangahae Cho Sooyoung”

“Nado saranghae Cho Kyuhyun”

END

Akhirnya tamat juga. Maaf ya kalau kepanjangan dan membosankan .__. Karena memang ini yang terpikirkan diotakku secara tiba-tiba waktu dengerin lagu ini. Dari dulu udah mau bikin cuma baru terealisasi sekarang. Semoga kalian suka dan makasih banget buat yang udah baca. Keep comment & RCL ^^

Advertisements

16 thoughts on “One Year Later (2 of 2)

  1. Ahhh utg si donghae baik hati.. Jd pasangan kita kyuyoung bs bersatu. Padahal aku uda wanti2 pas baca. Jgn2 sad ending nih.. Kyu yg meninggal ato donghae dan soo diliputi rasa bersalah dan tdk memilih siapa2. Hehehe utg deh ga terjadi..

  2. akirnya.
    Setelah melewati fase yg menggalaukanSetelah melewati fase yg menggSetelah melewati fase yg menggalaukanSetelah melewati fase yg menggalau

  3. Huah.. Donghae baik bgt, mau ngerelain soo buat kyuyoung!
    Akhirnya cintax kyuyoung ga terpisah lagi! Sukaaa 😀
    Chukkae kyuyoung! Happy ending yg manis bgt! 🙂

  4. DINDAAAAAAAAAAAAAAA AKHIRNYA GUE NEMU BLOG LO HUAHAHAHAHAHAAAAA
    ASEEEKKKKK ADA TEMPAT NYAMPAH BARU LAGEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!
    Bentar ye gue mau berburu disini.. Gue belom baca-baca wakakakakakaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s