Hate Or Love (Part 5)

Title : Hate Or Love (Part 5)
Author : dindadey
Genre : romance, sad, complicated
Cast : Cho Kyuhyun , Choi Sooyoung
Other cast : find it

FF ini murni dari ideku. Jika ada kesamaan mohon maaf dan mention @dindadey atau tinggalkan comment. Happy reading ^^

Author POV

Sooyoung mulai mengeluarkan air mata yang sudah dia tahan saat mobil Siwon sudah melaju meninggalkan area kampus. Siwon tidak mengendarai mobilnya ke arah apartemen Sooyoung, melainkan ke sungai han. Dia yakin, saat ini yang dibutuhkan Sooyoung adalah ketenangan. Saat dirasa Sooyoung sudah berhenti menangis, Siwon mulai memberanikan diri bertanya pada Sooyoung.

“Apakah dia namja yang waktu itu kau ceritakan padaku?” Sooyoung hanya menganggukan kepalanya dengan lemah.

“Kenapa kau tidak membantah ucapannya dan mengatakan yang sebenarnya padanya alasan kau meninggalkannya? Ini hanya akan membuat kalian saling menyakiti” ucap Siwon dan menghadapkan tubuh Sooyoung agar berhadapan dengannya.

“Tidak oppa. Aku tidak bisa. Ini hanyalah rahasia diantara kita dan keluargaku. Dia tidak perlu mengetahuinya. Biarkan dia menganggapku seperti itu. Membuatnya membenciku tanpa tau sebenarnya. Ini yang terbaik untuknya” jelasnya pada Siwon dengan sedikit terisak, menahan air matanya untuk tidak keluar kembali.

“Mungkin baik untuknya, tapi tidak untukmu. Aku tau kalian saling mencintai. Jika dia mengetahui yang sebenarnya, mungkin saja dia akan memaafkanmu dan melupakan kejadian yang dulu”

“Ini tidak semudah itu. Aku tidak pantas menerima maafnya. Walaupun dia memaafkanku, perasaan bersalah selalu membayangiku. Aku sudah membuatnya kehilangan yeoja yang sangat dia cintai. Kejadian itu tidak akan pernah terlupakan. Bagiku itu adalah sebuah mimpi buruk. Seorang anak umur 17 tahun telah menghilangkan nyawa seseorang, lebih tepatnya membunuh. Perbuatan yang sangat tidak termaafkan” Sooyoung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Mengingat masa lalu kelamnya benar-benar telah menyayat hatinya. Siwon menarik tangan Sooyoung dan menggenggamnya.

“Soo, sudah berapa kali aku katakan padamu. Itu hanya sebuah kecelakaan yang tidak disengaja. Saat itu kau habis bertengkar dengan ayahmu. Sehingga pikiranmu kacau saat menyetir. Lagipula semua itu sudah lama berlalu. Keluarga yeoja itu juga sudah memaafkanmu dan menganggap itu hanyalah kecelakaan. Ayahmu juga sudah memberikan uang ganti rugi pada keluarganya serta mengurus semua urusan pemakamannya”

“Tapi oppa, aku tetap seorang pembunuh. Dia meninggal. Aku membunuhnya. Aku… akkh..” Sooyoung meremas rambutnyaa dan menggelengkan kepalanya, pertanda dia mulai merasa tertekan. Siwon yang melihatnya mencoba menghentikan tindakan Sooyoung dan memeluknya.

Sooyoung berontak dalam pelukan Siwon. Memukul tubuh Siwon dan ingin melepaskan pelukannya. Tapi Siwon tetap memeluknya dengan lebih erat dan membisikkan kata-kata yang bisa menenangkan Sooyoung seperti dulu.

Perlahan tubuh Sooyoung mulai tenang dalam pelukannya walaupun masih terdengar isak tangis dari mulut Sooyoung. Diusapnya punggung Sooyoung untuk lebih menenangkannya. Tak lama setelah itu, Sooyoung mulai terlelap dalam pelukannya. Siwon menyenderkan tubuh Sooyoung dikursinya dan membawa Sooyoung pulang ke apartemennya.

Setibanya di apartemen Sooyoung, Siwon langsung memasukkan nomor kombinasi pintu yang sudah dia ketahui sebelumnya dari Sooyoung. Karena Siwon untuk sementara tinggal bersama di apartemen Sooyoung.

Direbahkan tubuh Sooyoung dikasur empuknya dan menyelimuti tubuhnya. Ditatapnya Sooyoung dan menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya. Terlihat wajah Sooyoung yang sembab karena habis menangis dan guratan lelah. Siwon tau beberapa minggu ini menjadi minggu-minggu terberat bagi Sooyoung. Selain menyiapkan sidang akhirnya, dia juga memiliki beban pikiran masalah pribadinya yang sangat rumit. Bahkan terkadang Siwon melihat Sooyoung terdiam melamun.

Siwon merasa tidak bisa membiarkan ini terus terjadi. Dia tidak ingin kondisi Sooyoung yang dalam keadaan stress 5 tahun lalu akan terulang lagi. Kondisi Sooyoung saat itu membuat seluruh anggota keluarganya dan Siwon merasa sedih. Dulu dia hanya diam di kamarnya, tanpa melakukan apapun. Bagaikan tubuh tanpa nyawa. Makan dan minum pun harus dipaksa atau disuapi. Hampir saja kedua orang tuanya akan membawanya ke rumah sakit jiwa. Tapi dengan bujukan Siwon, niat itu diurungkan kembali dan akhirnya Sooyoung harus mendapatkan terapi khusus sampai dia bisa sembuh. Semua itu bagaikan guncangan hidup dalam diri Sooyoung. Dalam usia yang masih terbilang muda harus mengalami sebuah kecelakaan yang menghilangkan nyawa seorang yeoja yang sedang menyebrang jalan.

Awalnya memang Sooyoung masih terlihat biasa saja, hanya merasa bersalah. Tapi teman dari yeoja itu selalu menyalahkannya dan mengakibatkan guncangan dalam diri Sooyoung, walaupun keluarga yeoja itu sudah memaafkannya. Alhasil semua itu menjadi beban pikiran Sooyoung. Setelah keadaan Sooyoung membaik, orang tuanya memutuskan untuk membawa Sooyoung ke Paris dan tinggal bersama neneknya.

Saat mengingat semua itu, Siwon hampir saja meneteskan air matanya. Tapi dia mencoba untuk menahannya, karena tidak ingin membuat Sooyoung terbangun dengan mendengar isak tangis sedih untuknya.

Siwon beranjak meninggalkan Sooyoung dan pergi ke kamarnya yang terletak di sebelah kamar Sooyoung untuk beristirahat juga. Mungkin tidur lebih awal dari waktu biasanya tidur tidak ada salahnya, pikir Siwon.

–o—

Satu bulan berlalu. Sejak pertemuan Kyuhyun dan Sooyoung di taman, Sooyoung tidak pernah menampakkan dirinya lagi di kampus. Saat ada waktu kosong, Kyuhyun akan menyempatkan dirinya untuk mencari keberadaan Sooyoung. Tapi hasilnya selalu nihil.

Jessica dan Donghae juga tidak mengetahui sama sekali keberadaannya. Nomor hp Sooyoung tidak bisa dihubungi. Saat Kyuhyun ke apartemen Sooyoung, tetangganya hanya bilang dia sudah pergi sejak 1 hari setelah Kyuhyun terakhir kali bertemu dengannya. Dia hanya berpamitan pada beberapa tetangga yang dikenalnya dan pergi dengan seorang namja yang ternyata telah tinggal bersama Sooyoung hampir 2 bulan lamanya. Para tetangganya juga tidak mengetahui Sooyoung pindah kemana.

Kyuhyun sangat yakin namja yang dimaksud adalah Siwon. Selama ini Kyuhyun tidak mengetahui jika mereka tinggal bersama dan sepertinya itu terjadi setelah Kyuhyun dan Sooyoung berpisah. ‘Benarkah Sooyoung memilihnya?’ batin Kyuhyun. Padahal Kyuhyun selama ini mencarinya untuk meminta maaf atas perkataannya sebelumnya dan dia yakin Sooyoung bukan yeoja seperti yang dia bilang. Kyuhyun juga ingin membujuk Sooyoung untuk kembali padanya. Dia yakin ada kesalah pahaman diantar mereka berdua yang mengakibatkan semua hal ini.

–o—

Sooyoung termenung di halaman rumahnya, kegiatan yang selalu dia lakukan setiap hari. Hanya pandangan kosong. Sudah 1 bulan dia tinggal di rumah orang tuanya di Busan. Dia pindah karena bujukan dari Siwon yang mengatakan dia butuh ketenangan dan menurutnya pulang ke rumah adalah pilihan yang tepat. Selain itu dia bisa kembali merasakan kehangatan keluarga agar tidak terlalu terbebani dengan semua masalahnya selama ini.

Siwon selalu mengunjunginya setiap minggu, karena kesibukannya di Seoul dia tidak bisa selalu menemani Sooyoung. Siwon juga akhirnya mencari apartemen baru untuk dia tinggali sementara selama dia bekerja di Seoul.

Sering kali Sooyoung tiba-tiba menangis dalam diam. Pandangannya tetap kosong. Tapi air mata tetap mengalir. Sama seperti sekarang. Sooyoung tiba-tiba menangis. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Semua bercampur aduk. Perasaan rindu dan bersalah selalu berputar-putar didalam pikirannya.

Ibunya yang sedang meletakkan makan malam di meja, dibantu dengan beberapa pembantu, melihat putrinya sedang duduk di halaman rumahnya. Seperti yang sering ibunya lihat sejak Sooyoung kembali tinggal bersama dengan orang tuanya. Letak ruang makan memang berada di sebelah halaman rumahnya, hanya dibatasi oleh jendela besar.

Ini pertama kalinya ibunya melihat Sooyoung menangis. Selama ini dia hanya melihat putrinya selalu duduk termenung di halaman, tapi tidak menyadari bahwa dia juga menangis. Melihat Sooyoung seperti itu, ibunya menghampiri Sooyoung dan duduk disebelahnya. Digenggam tangan lembut putri semata wayangnya dengan sebelah tangan dan tangan yang satunya dia gunakan untuk menghapus air mata yang masih mengalir dari mata indah putri kesayangannya.

“Kenapa putri kesayangan eomma menangis? Ada apa? Ceritalah pada eomma jika kau sedang ada masalah” Sooyoung tersadar dari lamunannya saat mendengar suara lembut ibunya. Dihapusnya dengan perlahan sisa-sisa air mata yang masih membekas dipipinya dengan sebelah tangan yang tidak digenggam oleh ibunya. Dia hanya tersenyum menghadap ibunya.

“Amugotdo aniya. Nan gwaenchanha” ibunya seperti mengerti kalau putrinya belum siap untuk menceritakan masalahnya, memeluk tubuh Sooyoung.

“Eomma akan selalu ada untukmu jika kau ingin menceritakan semua masalahmu. Eomma akan selalu berada disisimu disaat kau membutuhkannya” ada perasaan bersalah dalam diri Sooyoung mendengar punuturan tulus dari ibunya. Dia memang belum siap dan tidak berani mengatakannya. Dia tidak ingin membuat orang yang sangat dia sayangi mengkhawatirkannya seperti kejadian 5 tahun lalu.

“Gomawo eomma. Jeongmal gomawo” hanya itu yang bisa Sooyoung katakan dan memeluk ibunya dengan erat. Dia memang membutuhkan sebuah sandaran saat ini dan ibunya adalah tempat sandaran yang tepat untuk saat ini.

“Berjanjilah pada eomma kalau kau tidak akan seperti dulu lagi”

“Yaksokhae, eomma”

–o—

“Maafkan appa dan eomma yang tidak bisa hadir di acara wisudamu hari ini. Halmeoni sedang sakit dan kau tau sendiri kalau halmeoni sendirian di Paris, hanya para pembantu yang menemaninya. Jadi kami harus ke sana sekarang. Kami janji kita akan makan malam bersama untuk merayakan wisudamu” jelas ayah Sooyoung dengan raut wajah sedih. Sebenarnya dia sama sekali tidak ingin melewati hari bersejarah putri kesayangannya. Apalagi memang inilah yang sudah lama Sooyoung nantikan. Kelulusannya dari jurusan yang memang sangat dia inginkan dulu.

Sooyoung menggenggam tangan ayahnya. “Ne appa. Gwaenchanha. Ada Siwon oppa yang akan menemaniku di wisuda nanti. Setidaknya aku tidak akan sendirian. Jadi appa dan eomma tidak perlu khawatir. Justru aku yang sedih karena tidak bisa menemani halmeoni disana. Sampaikan salamku ya. Katakan aku sayang padanya dan semoga cepat sembuh. Secepatnya kami akan menyusul ke sana setelah pekerjaan Siwon oppa selesai. Ya kan oppa?” tanyanya pada namja yang memang sedari tadi berdiri disebelahnya.

“Ne. Kami akan segera menyusul. Lagipula aku dan Sooyoung memang sudah sangat rindu padanya” jawab Siwon.

“Kalau begitu kami berangkat ya. Eomma sayang padamu dan selamat atas kelulusanmu. Jangan lupa kirimi kami foto kalian setelah selesai acara wisuda. Eomma dan appa ingin melihat putri kami memakai baju wisudanya dan jangan lupa untuk tersenyum” ibu Sooyoung memeluk putrinya, menyalurkan kasih sayangnya pada Sooyoung.

“Ne eomma. Aku juga sayang eomma dan appa”

“Siwon-ah, tolong jaga putri kecil kami selama kami pergi. Aku percaya kau bisa” giliran ayah Sooyoung yang memberikan pesan pada Siwon.

“ne ajeossi” Siwon membungkukkan badannya.

“Appa.. aku sudah bukan putri kecil appa. Tapi aku sudah menjadi wanita dewasa sekarang” Sooyoung memprotes kata-kata ayahnya dan mengeluarkan nada manjanya pada ayahnya. Siwon dan kedua orang tuanya tertawa mendengarnya.

“Menurut kami kau akan selalu menjadi putri kecil kami” Sooyoung hanya bisa mempautkan bibirnya.

Sooyoung melambaikan tangannya sampai mobil yang membawa orang tuanya pergi ke bandara menghilang dari pandangannya. Seketika itu juga raut wajah Sooyoung yang awalnya menunjukkan wajah ceria di depan orang tuanya malah berubah menjadi sedih. Siwon yang melihat perubahan wajah Sooyoung merangkul bahunya dari samping.

“Kajja kau harus bersiap-siap untuk wisudamu hari ini. 1 jam lagi kita akan berangkat” Sooyoung menganggukan kepalanya sebagai jawaban dan mereka masuk kembali ke dalam rumah untuk bersiap-siap.

–o—

Auditorium kampus terlihat ramai oleh mahasiswa yang akan diwisuda hari ini. Semua mahasiswa telah menggunakan pakaian toga berwarna biru, pakaian yang wajib mereka kenakan saat wisuda. Para orang tua ataupun wali mahasiswa juga sudah duduk ditempat yang telah disediakan dan banyak diantara mereka yang membawa buket bunga sebagai tanda ucapan selamat.

Kyuhyun sebagai salah satu dosen juga turut hadir. Matanya tak berhenti mencari diantara semua mahasiswa yang hadir. Mencari sosok yeoja yang sudah lebih dari 1 bulan ini tidak ditemuinya. ‘Apakah dia tidak datang?’ pikir Kyuhyun dengan mata yang masih mencari.

Kyuhyun yang sedari tadi mencari, akhirnya melihat sosok yeoja yang dicarinya muncul di pintu masuk auditorium bersama namja yang selama ini selalu berada disampingnya. Dilihatnya namja yang datang bersamanya memeluk Sooyoung sekilas. Sontak hal itu membuat Kyuhyun cemburu. Lalu namja itu berjalan ke barisan tempat duduk untuk para undangan. Sedangkan Sooyoung berjalan ke arah tempat duduk untuk mahasiswa. Diperhatikannya terus yeoja yang sangat dirindukannya selama acara berlangsung. Matanya tak pernah lepas darinya, seakan-akan takut dia akan menghilang lagi dari pandangannya.

Tiba saatnya inti dari acara. Acara yang sudah ditunggu-tunggu oleh semua yang hadir di auditorium itu.

“Saya akan menyebutkan nama mahasiswa yang mendapatkan nilai tertinggi di akhir tahun ajaran kalian. Bagi yang disebutkan namanya, harap ke depan dan memberikan sepatah dua patah kata sebagai perwakilan semua mahasiswa yang hadir hari ini” ucap sang MC acara.

“Mahasiswa yang mendapatkan nilai tertinggi adalah Choi Sooyoung. Selamat kepada Choi Sooyoung. Silahkan ke depan dan menjadi perwakilan”

Semua yang hadir memberikan tepuk tangan pada Sooyoung, banyak mahasiswa lain sudah memprediksi bahwa Sooyoung lah yang mendapat nilai tertinggi. Karena berita tentang kepintarannya sudah tersebar luas di angkatannya. Kyuhyun masih tidak melepas pandangannya, sampai Sooyoung berjalan ke depan dan melewati deretan para dosen. Senyuman itu, senyuman yang ditunjukkan Sooyoung di atas panggung adalah senyuman yang sangat dirindukan Kyuhyun. Sooyoung menerima penghargaan dari rektor dan berjabat tangan dengan beberapa dosen yang berada di atas panggung bersamanya.

“Terima kasih untuk penghargaan yang saya dapatkan hari ini. Saya tidak pernah membayangkan akan mendapat nilai terbaik dan menjadi perwakilan bagi semua mahasiswa yang hadir hari ini. Terima kasih juga untuk para dosen yang telah membimbing kami selama kami kuliah disini. Tanpa kalian, kami mungkin belum tentu bisa hadir untuk diwisuda bersama hari ini. Saya juga mengucapkan selamat untuk semua mahasiswa yang di wisuda, kalian semua juga yang terbaik. Saya dan semua mahasiswa disini akan sangat merindukan momen-momen saat kami kuliah disini. Kami juga akan merindukan semua dosen yang selama ini telah membimbing kami. Hanya itu yang bisa saya sampaikan. Sekian dan terima kasih” Sooyoung membungkukkan badannya diakhir pidato singkatnya. Semua kembali memberikan tepuk tangan untuknya.

Saat Sooyoung berjalan kembali ke tempat duduknya, matanya bertemu pandang dengan mata Kyuhyun. Tatapan mereka seakan mengatakan mereka saling rindu. Hanya saja Sooyoung cepat-cepat mengalihkan pandangannya agar tidak terlalu terlarut oleh pikirannya.

Acara kembali dilanjutkan dengan dipanggilnya satu persatu mahasiswa yang hadir, tidak terkecuali Jessica dan Donghae yang turut diwisuda hari ini.

–o—

Kyuhyun keluar terlebih dahulu saat acara baru usai. Dia ingin menunggu Sooyoung di luar, tak jauh dari pintu masuk. Banyak mahasiswa yang keluar dari auditorium menyapa Kyuhyun. Tapi sosok yang ditunggu belum juga keluar. Sampai akhirnya sosok yang ditunggu muncul bersama Siwon, namja yang hadir bersamanya. Kyuhyun melihat Sooyoung memegang sebuket bunga mawar putih yang dia yakini dari Siwon. Mereka memang tidak bergandengan tangan, karena kedua tangan Sooyoung sudah penuh dengan buket bunga dan penghargaan yang tadi dia dapatkan. Tapi melihat cara Sooyoung berbicara dan tersenyum pada Siwon membuatnya sangat cemburu.

Saat dia ingin menghampiri Sooyoung, Jessica dan Donghae lebih dulu menghampirinya. Jessica memeluk Sooyoung. Kyuhyun melihat mereka mengambil beberapa foto. Tak terkecuali Sooyoung dan Siwon yang foto berdua menggunakan hp yang Siwon berikan pada Donghae untuk memfoto mereka berdua. Setelah Sooyoung dan Siwon berfoto, Sooyoung terlihat mengutak-atik hp Siwon dan sedikit bertanya-tanya pada Siwon tentang hpnya serta diselingi canda tawa. Semua itu semakin membuat Kyuhyun cemburu. ‘Harusnya aku yang sedang bersama Sooyoung sekarang’ batinnya. Kyuhyun mendengarkan dengan seksama percakapan mereka.

“Soo-ah.. bogoshippo. Kemana saja kau selama ini? Kami mencarimu, menelponmu. Tapi kau sama sekali tidak bisa dihubungi. Kau tau seberapa khawatirnya kami? Babo Choi Sooyoung” Sooyoung yang mendengar penuturan Jessica justru tersenyum. Dia merasa senang karena sahabatnya masih sangat perhatian dengannya walaupun Sooyoung telah menunjukkan beberapa perubahan sikap padanya.

“Aku tinggal di rumah orang tuaku di Busan. Mianhae, hpku rusak jadi aku juga harus mengganti nomor hpku dan lupa mengabarimu”

“Ah.. begitu. Oh ya chukkae, karena kau menjadi mahasiswa terbaik. Wah.. Choi Sooyoung daebak!” Donghae, Siwon dan Sooyoung terkikik melihat cara Jessica mengatakannya. Karena dia mengucapkannya sambil merentangkan tangannya.

“Ne, gomawo” ucap Sooyoung.

Jessica yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Sooyoung dan Siwon mulai tertarik untuk bertanya pada Sooyoung.

“Soo-ah, nugu?” tanyanya pada Sooyoung tentang Siwon. Karena sejak awal mereka bertemu dan berfoto, Jessica merasa penasaran kenapa mereka berdua terlihat sangat akrab.

“Oh, mianhae belum memperkenalkan kalian. Siwon oppa, ini Jessica dan Donghae. Mereka sahabatku” Siwon menjulurkan tangannya pada Jessica dan Donghae.

“Choi Siwon imnida”

Raut wajah bingung muncul di wajah Jessica setelah mereka berjabat tangan.

“Choi Siwon? Apakah kau Siwon yang bekerja di Seoul Hospital? Seorang psikolog?” tanya Jessica pada Siwon.

“Ne. Bagaimana kau tau?” tanya Siwon balik. Jessica menepuk kedua tangannya pertanda senang.

“Akhirnya aku bertemu denganmu. Appaku adalah dokter kepala di Seoul Hospital. Ayahku menceritakan ada seorang psikolog tampan dari Paris yang dikagumi banyak suster. Ah.. ternyata kau memang sangat tampan” Siwon hanya bisa tersenyum mendengarnya. Sedangkan Donghae yang mendengar Jessica justru merasa sedikit cemburu karena dia memuji namja lain di depan namjachingunya sendiri dan menyenggol lengan Jessica. Jessica seakan tau perasaan Donghae malah langsung memeluknya dari samping.

“Oppa tenang saja, Lee Donghae tetap yang paling tampan dimataku”

“Ne, aku memang yang tertampan. Awas saja jika kau berpaling dariku, nyonya Lee” ancam Donghae dengan mencubit pelan pipi Jessica. Jessica mengusap pipinya dan balas memukul kepala Donghae.

“Babo, aku tidak akan pernah berpaling darimu. You are the only one for me”

Siwon dan Sooyoung yang memperhatikan tingkah dua sejoli ini hanya bisa terkikik. Tapi seketika itu juga ada sedikit perubahan dalam wajah Sooyoung. Sedih. Dia merasa iri dengan kedekatan mereka dan rindu kejadian seperti itu dengan namja yang masih sangat dicintainya. Dari kejauhan, Kyuhyun juga memiliki perasaan yang sama seperti Sooyoung saat melihat Jessica dan Donghae.

“Oh ya, kudengar dari appa kau juga dulu sempat belajar bisnis. Tapi kenapa akhirnya menjadi psikolog?” tanya Jessica lagi pada Siwon.

“Ah.. itu. Dulu aku memang sempat belajar bisnis dan sudah menyelesaikan kuliahku. Tapi tiba-tiba aku berpikiran ingin menjadi seorang psikolog. Ada suatu hal yang mengubahku dan itu sangat panjang ceritanya” Siwon tersenyum menjawabnya. Memang dulu karena Sooyoung lah Siwon memilih menjadi seorang psikolog. Kondisi Sooyoung membuat Siwon ingin sekali bisa menyembuhkannya dan mulai belajar tentang psikologi.

“Soo-ah, Siwon ini siapamu? Dan ada apa dengan hubunganmu dan Kyuhyun sonsaengnim? Dia selama ini selalu bertanya kepada kami tentangmu. Dia terlihat sangat khawatir”

Mata Sooyoung terbelalak mendengar pertanyaan Jessica. Dia bingung harus menjawab apa. Siwon yang berada disampingnya tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti apa yang Sooyoung inginkan. Dia tidak ingin menambah beban pikiran Sooyoung dengan terus mendesaknya untuk mengikuti kata hatinya, bukan pikiran bodohnya untuk terus menyakiti dirinya sendiri.

“Siwon oppa.. dia..” Sooyoung benar-benar bingung harus mengatakan apa. Dia ingin mengatakan bahwa Siwon adalah sepupunya, tapi disatu sisi tidak sengaja matanya melihat Kyuhyun yang berdiri tidak jauh darinya.

“Siwon oppa adalah…. calon suamiku” sakit. Hati Sooyoung sakit dan sedih saat mengatakannya. Untuk kesekian kalinya dia harus mengatakan hal yang menyakiti hatinya dan hati namja yang dicintainya. Kyuhyun yang ikut mendengarnya merasa hancur hatinya. Rencana dia yang ingin membujuk Sooyoung untuk kembali padanya dan akan melamarnya lagi pupus sudah. Semua rencananya menjadi sia-sia.

Siwon, Jessica dan Donghae kaget mendengar penuturan Sooyoung. Jessica dan Dongahe merasa telah melewatkan banyak hal selama dia tidak bertemu Sooyoung.

“Calon suami? Lalu bagaimana Kyuhyun sonsaengnim?” giliran Donghae yang mulai bertanya. Karena setaunya, dulu Kyuhyun pernah bertanya pada Donghae bagaimana cara yang tepat untuk melamar Sooyoung saat pertama kali Kyuhyun ingin melamarnya. Kyuhyun juga sempat menceritakan seberapa besar cintanya pada Sooyoung. Kyuhyun memang mulai dekat dengan Donghae.

“Kami sudah putus sejak beberapa bulan yang lalu” hanya itu yang bisa Sooyoung katakan. Siwon walaupun merasa kaget dan ingin sekali membantah kata-kata Sooyoung, hanya tetap bersikap tenang dan akan menanyakan maksud ucapan Sooyoung nanti.

Tiba-tiba suasana berubah menjadi canggung.

“Hmm.. Jessica, Donghae oppa. Mianhae kami harus pergi sekarang. Kami pergi duluan ya” Sooyoung menatap Siwon untuk mengajaknya pergi dan mengerti dengan maksud tatapan Sooyoung, Siwon langsung membungkukkan badannya sedikit untuk izin pamit lebih dulu pada pasangan dihadapannya.

“Ah.. ne. Hati-hati di jalan” ucap Jessica.

Sooyoung dan Siwon pergi meninggalkan pasangan itu dan berjalan ke arah parkiran. Mereka berdua berjalan melewati Kyuhyun yang sedari tadi belum beranjak dari tempatnya. Sooyoung hanya menundukkan kepalanya saat melewati Kyuhyun. Sedangkan Siwon memperhatikan raut wajah dua orang itu. Terlihat jelas raut wajah mereka yang sedih. Dia yakin Kyuhyun telah mendengar semua yang diucapkan Sooyoung tadi. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Sooyoung berusaha memejamkan matanya saat dia dan Siwon sudah di dalam mobil. Dia mencoba untuk melupakan tatapan sedih dan kecewa Kyuhyun tadi. Hatinya ikut merasakan apa yang Kyuhyun rasakan. Tapi memang inilah yang menurutnya terbaik untuk mereka berdua. Siwon mengusap kepala Sooyoung dan membuat Sooyoung kembali membuka matanya. Sooyoung tau Siwon pasti sangat mengkhawatirkannya sekarang.

“Nan gwenchana, oppa. Mianhae karena aku sudah mengatakan oppa sebagai calon suamiku. Karena tadi Kyuhyun oppa ada disana” seakan menjawab pertanyaan yang sangat ingin Siwon tanyakan tadi.

“Ne, arraseo. Kau jangan terlalu banyak berpikir. Kau ingin istirahat di apartemenku atau langsung pulang ke Busan?” tanyanya sambil tetap mengusap kepala Sooyoung.

“Aku ingin pulang ke Busan saja. Aku ingin istirahat di rumah”

“Ne, kalau begitu tidurlah. Aku akan membangunkanmu saat kita sudah tiba” Sooyoung menganggukan kepalanya dan tak lama matanya langsung terpejam.

TBC

Maaf banget… karena di part ini cuma ada author pov. Karena menurutku emang lebih cocok kayak gini. Kritik/komennya ya jangan lupa. Sampai ketemu di part selanjutnya ^^

Advertisements

20 thoughts on “Hate Or Love (Part 5)

  1. mian baru bisa komen sekarang?
    Aku bingung mau koment apa dipart sebelumnya,
    tpi stlah ini aku bakal sering koment ffmu thor jika aku baca

  2. Aku btU tisSue. .
    NangIs niH thor . .

    HuwaAaA . . Soo jgn keak gItU, pkirin jga perasaAn Kyu doNg . .

    Thor, neomu daebAk dEh . . Ckck. Aqu selalu cBa bkin fF, tp gak pernah brhasil. Ajarin aqu doNG.

  3. Wah~
    soo nya bener2 sakit hati kali ya sama kyu..
    Sampe ngehindarin kyu gt..
    Kyu nya juga sih, kalo ngomong ga di saring dulu? Kekeke~
    next smoga kyuyoung cepet baikan! 😀
    lanjut ya~

  4. Kesel sma Sooyoung!!!!
    Kasihan Kyuppa kan, kenapa Sooeon ngga ceritain semuanya ke Kyuppa?? Biar jelas. Ngga usah pake drama kayak gini ._. #plak
    Kan klo misalkan Kyuppa mau maafin Soo eon ato ngga kan itu msalah nti.
    Seru..

  5. o:MG hellow.? ;(
    Aq gg tega liyat 2 duanya bgeinni..
    MIRIS.. Aq jd ikut nangis… Tisuu..!!!
    I need you..
    Next thor.. Jangn d tunda2 ya.?

  6. kenapa hubungan kyuyoung semakin rumit kayak gini sihh. apa kyuhyun akan maafin sooyoung waktu tau kalau soo yg menyebabkan meninggal nya seohyun. semoga nanti hubungan mereka baik aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s