Another Love (Part 1)

KyuYoung-Another Love edit

Title : Another Love (Part 1)
Author : dindadey
Genre : romance, complicated
Cast : Cho Kyuhyun , Choi Sooyoung
Other cast : find it

FF ini murni dari ideku. Jika ada kesamaan mohon maaf dan mention @dindadey / @deyvible18 atau tinggalkan comment. Happy reading ^^

Semua hal yang terjadi di dunia ini tidaklah semuanya dapat diprediksi, walaupun setiap orang memiliki rencana dan tujuannya masing-masing. Karena sewaktu-waktu rencana tersebut bisa saja berubah. Jika Tuhan sudah berkata apa, maka hal tersebutlah yang akan terjadi dan yang dinamakan ‘Takdir’.

September 2016

“Will you marry me?”

Suasana menjadi hening. Ucapan seorang pria menarik perhatian semua orang, ditengah ramainya pengunjung restoran yang sedang makan malam. Tak terkecuali pekerja yang berlalu lalang ditengah ramainya pengunjung restoran. Pria terssebut berlutut dan memegang sekotak cincin ditangannya, yang tanpa dia sadari sedang menahan nafas dengan gugup menunggu jawaban dari wanita didepannya yang masih dalam keadaan terkejut.

“Yes, I do”

Ucapan wanita tersebut membuat sang pria menghela nafas lega dari kegugupannya selama beberapa menit, begitupun semua orang disekitarnya. Dalam sekejap pria itu memeluk wanitanya dan memasangkan cincin yang tadi dipegangnya ke jari manis wanitanya. Terpasangnya cincin tersebut dibarengi dengan tepuk tangan meriah dari semua orang yang ada di dalam restoran dan mengucapkan selamat untuk sepasang kekasih yang sedang berbahagia.

10 Desember 2016

“Oppa, bagaimana dengan gaun ini? Apakah cocok dengaku?” Tanya si wanita ke pria yang sedang duduk disofa dihadapannya dengan mata yang terfokus pada tab ditangannya.

“Oppa….. Kyuhyun oppa!” panggil wanita itu dengan nada kesal yang akhirnya membuat Kyuhyun menatap padanya dengan wajah terkejut. “Ada apa Seo?” Tanya Kyuhyun masih dengan nada terkejutnya. Seohyun menghela nafas lelah yang menangkap ucapan Kyuhyun sebagai tanda jika Kyuhyun tidak menanggapi pertanyaannya sedari tadi.

“Apakah oppa serius dengan pernikahan ini?” Tanya Seohyun dengan nada lelah dan melangkah perlahan kearah Kyuhyun. “Apa maksudmu?” Kyuhyun yang merasa kembali terkejut dengan ucapan Seohyun justru menatap tajam padanya. “Jika oppa serius dengan pernikahan ini, seharusnya oppa bisa sedikit saja memberikan perhatian oppa pada semua persiapan ini. Tidak hanya aku sendiri. Dari mulai menyewa gedung, hidangan yang akan disajikan nanti, dekorasi, sampai gaun dan tuxedo yang akan kita gunakan sekali saat momen bagaia kita” Seohyun mengucapkannya dengan nada pelan, masih dengan penekanan dalam setiap katanya.

Kyuhyun yang mendengar tersebut merasa bersalah pada Seohyun. Tapi dibalik itu tetaplah ego seorang Cho Kyuhyun mendominasi dirinya. Kata-kata yang diucapkan Seohyun justru dirasa Kyuhyun juga secara tidak langsung seakan menyudutkan dirinya dalam masalah ini. “Kau sendiri yang menginginkan untuk melakukan persiapan ini sendiri, tanpa wedding planner. Kau juga tahu aku sangat lelah dan sibuk dengan pekerjaanku. Aku melakukan ini demi keberlangsungan hidup perusahaan yang telah dibangun appa dan demi kehidupan kita nantinya”

Kata-kata Kyuhyun yang tegas sarat akan emosi membuat suasana menjadi tegang diantara mereka berdua. “Kau tahu oppa, aku juga lelah dengan semua ini. Tapi aku masih mencoba bersabar karena aku berpikir ini semua demi kita dan karena aku mencintaimu. Apakah oppa tak merasakannya?” Seohyun menatap lelah pada Kyuhyun. “Apa maksudmu? Kau pikir aku tidak mencintaimu? Kau tahu kalau aku sangat mencintaimu” Kyuhyun semakin emosi dengan apa yang diucapkan Seohyun dan menjadi waspada dengan kata-kata yang akan diucapkan Soehyun selanjutnya.

“Aku rasa… kita harus menjaga jarak terlebih dahulu. Memikirkan kembali tentang pernikahan ini” lanjut Seohyun dengan nada yang lebih pelan dan menundukkan kepalanya untuk menahan laju air mata yang mungkin saja menetes dihadapan Kyuhyun. Karena dalam hatinya, mengucapkan kata-kata itu sangatlah berat disaat hatinya sudah siap menjalani hubungan ketahapan yang lebih lanjut dengan orang yang dicintainya.

Belum sempat Kyuhyun menanggapi apa yang diucapkan Soehyun, hp yang berada disaku celanaya berdering. Kyuhyun langsung mengangkat panggilan tersebut, tanpa perlu melihat siapa yang menelponnya. “Ada apa?” jawabnya tanpa perlu basa-basi. Sangat tipikal Kyuhyun yang tegas pada setiap bawahan di perusahaannya.

“Tuan, anda sudah ditunggu untuk rapat siang ini dengan klien anda dari Jepang” jawab sekretarisnya dari sebrang telpon. “Aku akan tiba dalam 15 menit” tanpa menunggu balasan, Kyuhyun langsung mematikan panggilan tersebut dan memasukkan kembali hpnya kedalam saku celana.

Seohyun menatap Kyuhyun setelah mendengar kata-kata terakhir yang Kyuhyun ucapkan. Mereka saling berpandangan sejenak, dengan pandangan yang berbeda. Lelah dan emosi.

“Pergilah. Pasti ada rapat yang lebih penting daripada semua ini. Kurasa memang itulah keputusan yang tepat untuk kita sekarang ini” ucap Seohyun pada akhirnya sambil membalikkan badannya untuk menghindari apa yang akan Kyuhyun katakan dan kembali kedalam ruang ganti. Kyuhyun memejamkan matanya untuk meredakan emosinya disaat terdesak saat ini. Tapi hal tersebut tetap tidak bisa.

Kyuhyun memutuskan untuk pergi dan kembali ke perusahaannya. Membanting pintu mobil dengan kencang dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tanpa memperdulikan kondisi jalanan disekitarnya.

~~**~~

Kisah cinta Kyuhyun dan Seohyun tidak ada bedanya dengan cerita-cerita yang ada di drama. Sangatlah klise. Awal pertemuan mereka terjadi disebuah pesta yang diselenggarakan oleh salah satu klien Kyuhyun. Dua orang yang tidak sengaja saling bertabrakan ditengah ramainya tamu-tamu undangan.

Kyuhyun berjalan dari arah yang berlawanan dengan Seohyun. Dengan segelas wine ditangannya, Kyuhyun tidak sengaja menabrak Seohyun yang menyebabkan wine tersebut tumpah dan mengenai gaun Seohyun. Sebagai orang yang merasa bertanggung jawab, Kyuhyun menawari Seohyun untuk mengganti gaun tersebut dengan yang baru.

Mereka saling bertukar nomor hp karena Kyuhyun merasa dia perlu melakukan itu agar mempermudah untuk menghubunginya saat ingin mengembalikan gaun tersebut. Walaupun Seohyun merasa hal itu tidak perlu, tetapi dengan sifat keras kepala yang Kyuhyun miliki, pada akhirnya Seohyun meng-iya-kan apa yang Kyuhyun ucapkan. Dari awal pertemuan tersebutlah, mereka menjadi semakin dekat dan pada akhirnya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih selama 2 tahun ini.

Kisah cinta mereka tidaklah luput dari sorotan publik. Dikarenakan profesi Seohyun sebagai salah satu model yang sedang naik daun dan Kyuhyun sebagai CEO Neo Corp, salah satu perusahaan properti nomor 1 di Korea. Banyak orang yang merasa iri dengan hubungan mereka, pria tampan kaya raya dengan wanita yang cantik, terlebih wanita itu model yang sedang dipuja banyak kaum lelaki.

Dibalik sifatnya yang keras kepala, pekerja keras dan bertanggung jawab, Kyuhyun merupakan sosok yang cukup romantis terhadap Seohyun. Kyuhyun selalu mengirimkan bunga ketempat pemotretan Seohyun, makan malam romantis disaat dirinya tidak sibuk, ataupun memberikan hadiah barang-barang mewah kepada Seohyun. Walaupun Seohyun merasa hal itu tidaklah perlu dilakukan, karena dirinya tidak terlalu membutuhkan barang-barang mewah tersebut. Ya, Seohyun adalah wanita yang sederhana.

Tetapi disamping kesederhanannya, Seohyun hanyalah wanita biasa pada umumnya. Sosok wanita yang ingin selalu diperhatikan oleh Kyuhyun. Dari segi kasih sayang sampai apa yang dikenakannya. Untunglah Kyuhyun merupakan pria yang akan selalu memuji dan menunjukkan rasa sayang yang berlebih pada orang yang dicintainya.

Seohyun jugalah tipe wanita yang pemcemburu. Kyuhyun memiliki wajah yang sangat tampan, mapan dan mandiri untuk tipe seorang pria. Oleh karena itu, banyak kalangan wanita yang melirik padanya walaupun mereka sudah tahu ada sosok Seohyun disampingnya. Hal tersebut membuat Seohyun waspada, meskipun Kyuhyun selalu mengatakan “Aku hanya mencitaimu. Tidak akan pernah ada yang lain”.

Begitulah kisah cinta mereka. Seperti kisah drama pada umumnya bukan?

~~**~~

24 Desember 2016

Sudah 2 minggu berlalu, Kyuhyun dan Seohyun melakukan seperti apa yang sudah Seohyun ucapkan. Saling menjaga jarak terlebih dahulu. Kyuhyun yang menyibukkan dirinya dengan semua pekerjaannya, walaupun tetap saja hal tersebut tak luput dari pikirannya, dan Seohyun yang menyibukkan dirinya dengan dunia modelnya.

Tidak ada komunikasi apapun dalam kurun waktu 2 minggu. Hanya ada ego yang saling memenuhi pikiran masing-masing.

Waktu terus berjalan, sejak matahari menampakkan cahayanya sampai akhirnya tergantikan oleh cahaya dari sang bulan, Kyuhyun tetap setia duduk dikursi kebesarannya. Suara nada dering hp memenuhi ruangan yang sepi itu dan seperti biasa, Kyuhyun langsung menjawab telpon tersebut tanpa segan-segan untuk melihat siapa yang menelponnya.

“Tuan muda..” suara wanita paruh baya yang sangat ia kenal mengalun ditelinganya. “Apakah tuan muda tidak akan pulang lagi ke rumah? Malam ini malam natal, apakah anda ingin saya siapkan sesuatu yang spesial?” Tanya wanita diseberang sana yang bekerja sebagai kepala pelayan dirumah besar Kyuhyun. Song ahjumma, pelayan yang sudah mengabdi pada keluarganya sejak Kyuhyun belum lahir kedunia. Kyuhyun melepas kacamatanya dan memijat kepalanya sejenak. Rasa lelah mulai menyergap kedalam tubuhnya.

“Aku tidak tahu ahjumma. Tidak usah menungguku, ahjumma silahkan beristirahat lebih awal atau buatlah perayaan malam natal dengan semua pekerja di rumah” Hening melanda ruangan yang sepi itu. Belum adanya jawaban dari Song ahjumma membuat Kyuhyun tetap diam dan menyenderkan badannya pada kursi. Song ahjumma seakan mengerti keadaan tuan mudanya hanya dari nada jawaban yang didengarnya, terdengar lelah dan memberikan waktu sejenak untuk menjeda obrolan tersebut.

Setelah dirasanya cukup, suara wanita itu kembali terdengar oleh Kyuhyun. “Baiklah kalau begitu Tuan muda. Hanya saja saya ingin mengingatkan tuan muda jangan sampai melewatkan makan malam anda, selelah apapun anda” titahan Song ahjumma membuat Kyuhyun tersenyum. Membuatnya kembali mengingat sosok Song ahjumma yang sudah dianggap sepertinya ibunya sendiri, selalu memberikan nasihat demi kebaikan dirinya. “Arraseo.. terima kasih sudah mengingatkan”

“Hmm.. tuan muda. Apakah saya boleh memberikan sebuah ide untuk menghilangkan rasa lelah tuan muda?” Tanya wanita itu lagi dengan hati-hati. Walaupun hubungan keduanya sangatlah dekat, tetapi Song ahjumma tetap memahami posisinya yang hanya sebagai bawahan Kyuhyun.

Diamnya Kyuhyun menandakan bahwa dirinya masih menunggu apa yang akan selanjutnya diucapkan oleh orang diseberang telponnya. “Saya baru mendapatkan info bahwa malam ini ada pameran seni lukis di daerah Insadong. Anda bisa kesana untuk menyegarkan pikiran anda, seperti yang biasa anda lakukan. Pameran dibuka pukul 7 – 10 malam” lanjut Song ahjumma. Kyuhyun melirik pada arloji ditangannya yang menunjukkan pukul 7 malam.

“Terima kasih infonya. Sepertinya aku akan kesana setelah aku membereskan pekerjaanku. Tolong kirimkan alamat lengkapnya” jawab Kyuhyun setelah berpikir apakah akan kesana taua tidak. Tetapi ide itu tidaklah buruk, terlebih Kyuhyun adalah salah satu pecinta seni lukis. “Baik tuan muda. Hati-hati dalam perjalanan anda. Jalanan mulai sedikit licin oleh salju” ingatnya lagi. “Ya, terima kasih banyak” setelah itu Kyuhyun menutup sambungan telpon itu dan mulai membereskan lembar-lembar kertas yang berserakan dimejanya lalu bersiap untuk pergi.

Diliriknya sekeliling ruangan saat berjalan keluar gedung. Ternyata sudah mulai sepi dan beberapa lampu sudah dimatikan. Semua orang terburu-buru pulang hari ini untuk merayakan malam natal bersama orang-orang terkasihnya. Berbeda dengan dirinya yang merayakan natal tahun ini sendirian.

Dengan kondisi jalanan yang tidak terlalu padat, kurang dari setengah jam dari restoran tempat Kyuhyun makan malam, Kyuhyun sudah sampai didepan pameran seni lukis sesuai dengan alamat yang diberikan oleh Song ahjumma. Dari depan pintu masuk sudah terlihat tidak sedikit yang datang untuk menghabiskan malam natal dengan datang ke pameran ini. Saat masuk kedalam, Kyuhyun mulai meneliti satu per satu lukisan yang menarik perhatiannya dan Kyuhyun dapat menyimpulkan bahwa pelukisnya memiliki aliran Ekspresionisme. Lukisan yang menunjukan emosi pada setiap lukisannya. Tapi ada beberapa lukisan juga yang tidak hanya menampilkan ekspresionisme.

Sejenak Kyuhyun melihat keadaan disekelilingnya yang ternyata ada beberapa wajah yang Kyuhyun sering lihat di pameran. Seperti beberapa kolektor, kurator yang sedang berkunjung maupun beberapa pengusaha lainnya.

Kyuhyun kembali mengamati lukisan-lukisan lainnya dan seketika terpaku dengan sebuah lukisan yang menggambarkan sesosok wanita paruh baya. Didalam lukisan itu ada seorang wanita paruh baya dan seorang gadis kecil yang tertidur dalam pangkuan wanita paruh baya itu. Dengan sekali lihat Kyuhyun dapat merasakan perasaan sayang, sedih, dan bahagia yang bercampur secara mendalam. Tanpa dirinya sadari, setitik air mata menetes dari pelupuk matanya.

Sebuah sapu tangan yang terulur padanya membuat Kyuhyun tersadar dari lukisan didepannya dan menolehkan kepalanya pada seorang wanita disampingnya. Kyuhyun mengamati wanita itu. Wanita yang terlihat cantik dengan balutan kaos putih dan blazer biru tua. Kakinya yang tertutup oleh jeans membuat kakinya terlihat semakin jenjang dengan tubuhnya yang terbilang cukup tinggi untuk ukuran wanita.

“Ambillah saputangan ini untuk menghapus air matamu” ucap wanita itu lembut, memecah keheningan diantara mereka berdua dan seakan menjawab pertanyaan Kyuhyun yang terlihat jelas dari pandangannya kearah saputangan. Kyuhyun yang terlihat masih bingung tiba-tiba terkejut dengan usapan saputangan wanita itu pada pipinya. Kyuhyun kembali terpana pada wanita dihadapannya.

Dengan kesadarannya yang sudah kembali, Kyuhyun menurunkan tangan wanita itu . “Maaf jika aku lancang” wanita itu terlihat merasa tidak enak dengan Kyuhyun atas tindakannya. Karena Kyuhyun pada awalnya hanya diam saja, jadi dia mengira bahwa pria ini masih belum paham maksud ucapannya. “Seharusnya aku yang berterima kasih atas saputangannya. Aku tidak sadar kalau aku sampai menangis melihat lukisan itu” jelas Kyuhyun padanya. Wanita itu merasa lega dan menerbitkan senyum yang membuat Kyuhyun kembali terpana padanya. ‘Senyum yang cantik’ batin Kyuhyun.

“Kalau aku boleh tahu, kenapa kau sampai menangis melihat lukisan ini? Apakah lukisan itu kurang bagus?” Tanya wanita itu lagi dengan wajah yang terlihat penasaran. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat lukisan itu lagi “Bukan karena itu” jeda Kyuhyun sejenak, berpikir ungkapan seperti apa yang cocok untuk lukisan indah didepannya. “Sebenarnya aku bingung bagaimana menyampaikannya. Tapi menurutku, lukisan ini sangat menyentuhku. Aku seketika dapat merasakan apa yang pelukis ini sampaikan lewat goresan catnya. Perasaan sayang dari seorang ibu pada anak gadisnya, dan sebaliknya. Tapi ada perasaan sedih juga terselip pada lukisan ini. Seakan gadis kecil itu  tidak ingin melepaskan sang ibu, tetapi sang ibu justru tidak memeluk baliknya. Seakan menunjukkan bahwa sang ibu memang harus berpisah dari anaknya. Tetapi senyuman dari keduanya menunjukkan masih terselipnya kebahagiaan, yang masih aku tidak pahami kebahagiaan seperti apa yang mereka rasakan”

Wanita itu tersenyum menatap pada Kyuhyun dan merasa puas dengan jawabannya. Dengan senyum yang masih tersemat dibibirnya, wanita itu menatap lukisan yang menjadi objek pembicaraan mereka berdua. “Menurutku, perasaan bahagia yang mereka tunjukan adalah perasaan bahagia karena telah diberikan kesempatan untuk saling memiliki, walaupun hanya sebentar” ucap wanita itu tanpa mengalihkan pandangannya dari lukisan. “Bagaimana kau bisa berkata seperti itu?” balas Kyuhyun yang juga masih sama dengan posisinya. “Karena aku yang…”

“Choi Sooyoung!”

Panggil seseorang dari arah belakang mereka. Wanita itu menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat siapa yang telah memanggil namanya dan melihat  seorang wanita yang sudah dianggapnya sebagai sahabat. Lain halnya dengan Kyuhyun yang menatap dengan dahi berkerut untuk mengingat nama yang barusan didengarnya dan berubah menjadi wajah kaget pada wanita yang sejak tadi berbicara dengannya.

Kedua wanita itu seperti membicarakan suatu hal yang penting dengan suara sedikit pelan, hampir mendekati berbisik. Setelah wanita yang memanggilnya pergi, wanita yang sejak tadi berada disamping Kyuhyun kembali menghadap Kyuhyun dan melihat wajah terkejut Kyuhyun.

“Jadi kau Choi Sooyoung? Yang melukis lukisan ini?” Tanya Kyuhyun langsung saat mereka bertatapan. Dengan senyuman yang kembali tersemat dibibirnya, seakan sudah menjawab pertanyaannya. “Ya itu aku. Maaf membuatmu terkejut, karena sepertinya kau baru menyadarinya. Kau pasti melihat namaku dibrosur yang kau pegang”

Kyuhyun menatap pada brosur ditangannya dan tertawa pelan, menertawai dirinya sendiri yang ternyata tanpa dia sadari kalau dia sudah berbicara panjang lebar tentang lukisan didepannya dengan sang pelukis. “Pantas kau mengetahui bagaimana makna bahagia dalam lukisan ini”

Tiba-tiba Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Sooyoung. “Mari kita berkenalan dengan lebih baik. Rasanya tidak nyaman kita sudah berbicara sejak tadi, walaupun tidak bisa disebut pembicaraan karena lebih banyak aku yang berbicara seakan paling tahu, tapi hanya aku yang tahu namamu” tindakan Kyuhyun yang spontan membuat Sooyoung menutup mulutnya dengan tangan kirinya untuk menutupi tawanya. ‘Pria ini lucu’ batin Sooyoung dan membalas jabat tangan Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun, senang berkenalan dengan pelukis lukisan indah ini” puji Kyuhyun.

“Choi Sooyoung, senang juga berkenalan dengan salah satu pengagumku dan terima kasih dengan penjabaran serta pujian untuk lukisanku” balas Sooyoung jenaka.

Keduanya saling tersenyum dan bertatapan sampai akhirnya Sooyoung yang memutusnya lebih dulu. Kyuhyun berdeham pelan untuk mengurangi rasa canggungnya. ‘Apa yang aku lakukan?’ batin Kyuhyun.

“Hmm.. aku benar-benar merasa tersanjung dengan penuturanmu tentang lukisan ini. Karena apa yang kau katakan hampir semuanya benar. Aku menuangkan semua perasaan itu pada lukisan ini. Tentangku dan eomma” ucap Sooyoung memecah kecanggungan diantara mereka berdua. “Benarkah? Aku tidak menyangka bahwa semua itu benar” muncul perasaan bangga dalam dirinya, merasa dirinya telah sedikit memahami bagaimana pelukis dihadapannya.

“Kenapa kau mengadakan pameran ini pada malam natal? Apakah kau tidak merayakan natal bersama kekasih atau keluargamu? Tidakkah kau takut kalau pameran ini akan sepi pengunjung?” Tanya Kyuhyun panjang lebar tanpa disadarinya. Melupakan sifatnya yang kurang nyaman berbicara panjang lebar dengan orang yang baru saja dia kenal.

Sooyoung kembali tertawa karena Kyuhyun. “Kau sangat ingin tahu ya?” Tanya Sooyoung yang membuat Kyuhyun tersadar akan tindakannya. “Maaf kalau aku..”

“Tidak apa-apa” potong Sooyoung. “Menurutku tidak semua orang bisa melewatkan natal dengan orang-orang terkasihnya seperti keluarga, kekasih ataupun teman. Oleh karena itu aku ingin menyediakan tempat yang bisa kau sebut ‘hiburan’ bagi orang-orang itu” lanjut Sooyoung sambil melihat pengunjung disekelilingnya dengan perasaan senang.

“Selain itu sejujurnya aku juga mendapatkan keuntungan karena aku tidak merasa sendirian” Sooyoung kembali menatap Kyuhyun yang balik menatap bingung padanya. “Aku tidak memiliki kekasih dan appa tidak berada di Korea, jika itu jawaban yang kau tunggu” lanjutnya lagi sambil menahan tawa.

Entah kenapa, Kyuhyun merasa lega dengan jawaban terakhirnya.

“Ternyata begitu” desah Kyuhyun.

Keheningan kembali melanda mereka berdua. Kyuhyun merasa bingung apalagi yang harus dibicarakan dengan Sooyoung. Selain itu dirinya juga merasa gugup berada disamping Sooyoung.

“Kyuhyun-ssi” panggil Sooyoung yang menyadarkan lamunannya. “Maaf aku tidak bisa menemanimu. Aku harus menemui para pengunjung lainnya” Sooyoung merasa tidak enak untuk meninggalkan Kyuhyun, tapi itu memang keharusannya sebagai penyelenggara pameran. “Tidak apa-apa, aku paham posisimu. Terima kasih atas waktumu untuk ku” Kyuhyun kembali mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Sooyoung. “Terima kasih juga atas kunjunganmu”

Setelah melepas jabat tangannya, saat Sooyoung hendak beranjak pergi dan sudah membalikkan badannya, tangan Kyuhyun kembali menahannya. “Apakah kau besok ada waktu?” gugup melanda dirinya. Padahal ini bukanlah pertama kalinya Kyuhyun mengajak seorang wanita untuk pergi dengannya.

“Ne?’ Sooyoung menatap bingung dari genggaman tangan Kyuhyun dan kembali pada wajahnya. Kyuhyun yang menyadari itu segera melepaskan genggaman tangannya. Kyuhyun berdeham untuk menghilangkan rasa gugupnya, yang tentunya tidaklah berguna “Apakah kau besok ada waktu? Merayakan natal bersamaku. Karena sepertinya kita sama-sama akan menghabiskan natal seorang diri dan aku pikir bersama dengan teman lebih baik daripada sendirian di hari natal” ucap Kyuhyun dengan cepat dikarenakan rasa gugup.

“Teman?” Tanya Sooyoung lagi dengan senyum tipis, untuk menahan tawa yang dirasakannya lagi. Kegugupan Kyuhyun menjadi bahan lucu untuk dirinya. Setiap ucapan Kyuhyun dari awal mereka bertemu membuat Sooyoung merasa Kyuhyun adalah pribadi yang baik.

“Ok teman, aku tidak keberatan untuk menghabiskan natal denganmu. Asal kau mau mentraktirku dengan makanan yang enak” perasaan bahagia yang membuncah muncul dalam hati Kyuhyun. “Tentu, aku pasti akan mentraktirmu makan-makanan yang enak. Apapun yang kau inginkan” ucapan Kyuhyun yang spontan membuat Sooyoung tertawa dengan keras, sampai membuat pengujung lain menatap pada mereka berdua. Sooyoung yang menyadari itu mengucapkan kata maaf berkali-kali pada semua orang, dengan masih menahan tawanya.

“Kau lucu, Kyuhyun-ssi” Kyuhyun yang awalnya menatap heran berubah menjadi ikut tertawa mengingat apa saja yang sudah dia ucapkan pada Sooyoung. “Aku senang bisa membuatmu tertawa” jeda Kyuhyun sejenak “Tapi aku serius dengan ucapanku dan bolehkah kita bertukar nomor hp? Agar aku bisa menjemputmu besok” lanjutnya.

Sooyoung mendeham dan kembali menatap Kyuhyun sambil menganggukan kepalanya pertanda setuju akan ide Kyuhyun. Setelahnya mereka saling bertukar nomor hp.

“Sampai bertemu besok, Sooyoung-ssi”

“Sampai bertemu besok Kyuhyun-ssi”

Sooyoung menyelipkan rambutnya kebelakang telinga, perasaan malu dengan sikap mereka berdua yang terlihat sangat canggung. Masih dengan perasaan ragu, Sooyoung sesekali membalikkan badannya untuk melihat kearah Kyuhyun yang ternyata juga masih menatapnya. Sampai akhirnya mereka terpisahkan oleh banyaknya orang yang berlalu lalang didalam ruang pameran.

TBC

Hai, udah lama banget aku gak post di wp ini *kayaknya udah lumutan* *udah pada lupa juga* *gak ada yang peduli*

Karena Kyuhyun yang wamil, aku jadi kepikiran bikin ff baru. Sebagai luapan kangen ke dia T-T baru hari pertama aja udah kangen, gimana 2 tahun *hiks*. Selain itu juga mengurangi kebaperan(?) hubungan Sooyoung sama pacarnya yang makin mesra. Tapi kita sebagai fans tetap harus menghargai pilihan bias kita mau pacaran sama siapa *sok bijak*, walaupun aku tetap suka pairing KyuYoung karena mereka ultimate bias aku hehehe

Aku gak bisa janji bakalan cepet update part selanjutnya, tergantung imajinasi dan kalo lagi gak sibuk *maafkan*. OK! bye~ Keep RCL ya.. ^^

PS: jangan lupa streaming lagu Kyuhyun, terutama “Goodbye For Now”  dan nonton MVnya di Youtube SMTOWN *tonton yang official ya guys*, makna lagunya bagus

link MV: Kyuhyun – Goodbye For Now

Goodbye For Now

DApBK5KXkAQHkWh

1634-tampil-edgy-dengan-blazer-ala-sooyoung-snsd

Advertisements

3 thoughts on “Another Love (Part 1)

  1. Keren mereka serasa baru ktmu cinta sejati ya walaupun kyu oppa sdh punya pacar next part di tnggu ya author jgn lama2 ne penasaran nih

  2. ff’a keren!!!! kapan lagi bisa baca ff kyuyoung pairing Couple lagi….
    pnsaran bnget sma next part’a min, kaga bisa coment panjang lebar min…. saking dpet’a feel’a in ff, berharap kyuyoung jadian kkkkkk~ keep waiting next part’a min 😉 fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s