Hate Or Love (Part 7)

Title : Hate Or Love (Part 7)
Author : deyvible
Genre : romance, sad, complicated
Cast : Cho Kyuhyun , Choi Sooyoung
Other cast : find it

FF ini murni dari ideku. Jika ada kesamaan mohon maaf dan mention @deyvible18 atau tinggalkan comment. Happy reading ^^

Buat yang lupa gimana part sebelumnya, bisa baca ulang lagi part sebelumnya di Library

 

Kyuhyun POV

Tok.. tok.. tok…

Suara ketukan pintu membuatku terjaga. Kulirik jam yang berada diatas nakas, menunjukkan pukul 8 pagi, dan beranjak ke depan pintu untuk memastikan siapa yang sudah mengganggu waktu tidurku. Semalaman aku tidak bisa memejamkan mataku. Setelah bertemu Sooyoung 2 hari yang lalu, ingatan tentang pertemuan kami dan memori-memori selama kami bersama terus terngiang dipikiranku. Langkah apa yang harus aku lakukan agar aku bisa bertemu dengannya kembali untuk meminta penjelasan atas kejadian 2 tahun lalu, walaupun aku yakin dia akan kembali berbohong. Entah mengapa aku yakin ada suatu hal yang dia tutupi. Pandangannya yang tidak terlihat tegas saat mengatakannya, membuat keyakinanku semakin bulat.

Saat kubuka pintu kamarku, Yoona sudah berdiri disana dengan 2 buah plastik yang ukurannya terbilang besar dan terlihat berat digenggamannya. “Selamat pagi oppa, maaf membangunkanmu sepagi ini” kupandangi kembali penampilannya yang terlihat sangat rapi. Ciri khas seorang Im Yoona yang selalu mengutamakan penampilannya.

“Bolehkah aku masuk?” tanyanya menyadarkan lamunanku. Kugeser badanku guna memberikannya jalan untuk masuk. Ada keinginan untuk membantunya membawa plastik yang dia bawa, tapi keinginan itu kembali aku tepis karena merasa untuk tidak semakin memberikan harapan kepadanya. “Aku dengar dari eommoni kalau oppa sudah 2 hari tidak bekerja, sejak kepulangan kita dari Jeju. Jadi aku pikir mungkin oppa sedang sakit dan berencana untuk memasakkan sarapan. Aku berniat untuk memberikan oppa kejutan, tapi ternyata oppa sudah mengganti password apartemen” Yoona terus berjalan kea rah dapur, tanpa menoleh padaku, lawan bicaranya.

Aku memang sengaja mengganti password apartemen setelah aku pulang dari Jeju. Sebenarnya sudah sejak 1 bulan yang lalu aku ingin menggantinya, karena eomma selalu memberikan passwordku pada Yoona setiap aku menggantinya dan kali ini aku tidak memberitahu siapapun termasuk eomma.

Kutinggalkan Yoona sendiri berkutat didapur untuk mandi. Selama 10 menit aku hanya berdiam diri dibawah shower, memikirkan kembali rencana-rencana yang semalam telah aku putuskan:

  1. Aku datang ke recital Sooyoung siang ini yang diadakan di Seoul
  2. Aku akan mencoba untuk bisa ke backstage, dengan membawa sebuket bunga lily
  3. Aku meminta penjelasaan yang sebenarnya alasan dirinya pergi dariku
  4. Aku akan mengungkapkan perasaanku lagi bahwa aku masih mencintainya dan menerima semua alasannya
  5. Aku akan melamarnya, mengikat dirinya agar tidak pergi lagi dari hidupku

Mungkin rencana itu terdengar sederhana, tapi bagi diriku yang tidak terlalu berpengalaman dalam masalah ini, benar-benar menguras pikiranku. Bahkan ini terasa lebih sulit dibandingkan saat dulu aku mengikuti ujian masuk Universitas.

Setelah mandi, aku memilih pakaian apa yang pantas aku gunakan dalam menjalankan misi ini. Pilihanku jatuh pada kemeja biru muda yang selalu jadi favorit Sooyoung. Dulu, Sooyoung selalu mengatakan bahwa aku terlihat semakin tampan dengan kemeja biru muda ini. Mungkin memang benar seperti itu, atau karena memang sebenarnya Sooyoung menyukai warna biru muda. Apapun alasannya, aku memang memerlukan warna ini sebagai salah satu alat untuk mengambil hatinya kembali. Tak lupa kupadukan dengan blazer dan celana berwarna hitam. Aku yakin Sooyoung akan kembali menatapku.

Kulangkahkan kakiku ke arah dapur dan ternyata Yoona sedang menyiapkan semua hasil masakannya diatas meja makan. Aku akui memang Yoona sangatlah pantas untuk menjadi ibu rumah tangga dan istri yang baik. Tapi tetap saja hati ini tidak pernah berdetak untuknya. Semua isi dihatiku seakan sudah dibawa oleh Sooyoung, wanita yang telah berhasil mengalihkan semua keterpurukanku akan kepergian Seohyun.

“Ehem” dehamanku menyadarkan Yoona dari kegiatannya dan memandangku dengan senyum yang selalu terpasang dibibirnya. “Pas sekali, aku sudah selesai memasak. Kita bisa langsung makan. Duduklah oppa” aku dan Yoona duduk saling berhadapan. Yoona kembali sibuk mengambilkan makanan untukku. Sejujurnya aku tidak terlalu peduli dengan apa yang dia masak. Karena apapun yang dia masak, tetaplah masakan Sooyoung yang menurutku paling enak, walaupun masakannya juga tidak kalah enaknya.

Kami makan dengan saling diam. Aku tidak tahu hal apa yang harus aku bicarakan dengannya. Selain itu aku terbiasa untuk makan dalam diam. Tapi jika kupikir-pikir, hal itu berbeda saat aku makan dengan Sooyoung. Aku selalu mengucapkan pujian akan masakannya dan selalu ada saja bahan obrolan yang kami bicarakan.

Tanpa kusadari, aku selalu membandingkan Sooyoung dan Yoona.

Haruskah aku mengatakannya sekarang, bahwa sebenarnya aku dan Sooyoung pernah bersama? Aku tidak akan mengatakan ‘pernah berpacaran’ karena selama ini aku tidak pernah mengiyakan perkataan Sooyoung untuk putus denganku. Hanya saja sekarang kami tidak lagi bersama, bukan dalam arti putus.

“Oppa..”

Suara Yoona menyadarkan dari lamunanku dan menatap padanya. Mata kami saling berpandangan dan terlihat dari matanya bahwa ada suatu hal yang diragukan oleh Yoona untuk dikatakan padaku. “Tidak jadi” lanjutnya dan melanjutkan makannya yang tertunda. Dugaanku benar bahwa ada hal yang dia ragukan. “Ada apa? Katakan saja” ucapku yang membuat Yoona kembali mengangkat kepalanya.

“Sebenarnya.. aku ingin menanyakan tentang kelanjutan hubungan kita. Apakah oppa pernah memikirkannya?” Yoona mengajukan pertanyaan yang selama ini sulit aku jawab jika sedang berdebat dengan eomma. Aku pun tidak tahu harus bagaimana, disaat hatiku sama sekali tidak pernah membukakan pintu untuknya.

“Maafkan aku” aku kembali melanjutkan makanku. Aku dapat melihat raut wajah kecewanya sekilas. Hanya itu yang dapat aku ucapkan. Jika aku menjawab dengan kebohongan, itu hanya akan membuat Yoona semakin berharap padaku.

“Tidak apa-apa” aku dapat menangkap suaranya yang terdengar bergetar. Mungkin aku memang pria brengsek untuknya saat ini. Tapi lebih baik aku melakukan ini.

Yoona membereskan semua piring dan perlatan dapur yang telah dia gunakan, sedangkan aku membereskan barang-barang yang akan aku bawa ke kampus hari ini dan merapikan kembali penampilanku. Aku hanya akan sebentar ke kampus, mengajar untuk 1 shift, setelah itu aku akan membeli bunga dan ke recital Sooyoung yang akan diadakan siang nanti. Semoga hari ini berjalan lancer.

Saat aku keluar kamar, kulihat Yoona sudah mebereskan barangnya. Bersiap untuk pergi.

“Oh oppa, maaf aku harus pergi. Menemani eomma berbelanja keperluan rumah” nada biacaranya terdengar canggung. Mungkin ia masih terbawa suasanan percakapan singkat kami saat makan tadi. “Biar aku antar kau pulang. Kebetulan kita searah. Aku akan ke kampus” tawarku sebagai rasa terima kasih atas makanannya.

“Tidak perlu, aku membawa mobilku sendiri” Yoona menggelengkan kepalanya pelan dan bersiap untuk membuka pintu apatemen.”Yoona..” panggilku sebelum ia menutupnya kembali. “Ne?” wajah Yoona terlihat berseri-seri, seakan menunggu ucapan yang bisa membuat hatinya bahagia.

“Terima kasih atas sarapannya” dan benar seperti dugaanku, senyum kembali muncul dibibirnya. “Aku senang bisa membuat sarapan untuk oppa” kalimat yang selalu dia ucapakan setiap aku berterima kasih padanya. “Kalau begitu, aku pergi duluan. Hati-hati dijalan, oppa” setelah aku berdeham sebagai balasan kaliamatnya, ia menutup pintu apartemenku.

Sebenarnya, Yoona merupakan sosok wanita yang mudah tertebak. Dia sangatlah mudah untuk mengekspresikan perasaannya, lain halnya dengan Sooyoung yang terlihat berhati-hati. Tetapi aku selalu suka dengan sikap manja Sooyoung padaku. Hal yang selalu aku rindukan.

 

~~0~~

 

Aku sudah duduk dibarisan bangku penonton, menunggu recital Sooyoung untuk dimulai. Kuletakkan bunga lily disamping kursiku. Aku sudah bisa membayangkan pertunjukan yang sempurna, sesempurna wajahnya saat nanti melihatku membawakan bunga ini untuknya nanti.

Beberapa menit kemudian setelah MC menyampaikan kata-kata pembuka dan mempersilahkan Sooyoung naik ke stage, aku dapat melihat penampilannya yang selalu terlihat cantik. Dengan balutan dress biru, senada dengan bajuku. Sooyoung mmebungkukkan badannya dan tidak lupa menampilkan senyum indahnya kepada semua penonton.

Pertunjukan dimulai. Alunan pianonya selalu indah, terasa ungkapan perasaan dari setiap lagu yang dimainkan. Tekanan dari tuts-tutsnya seakan dapat kurasakan.

Pertunjukan telah selesai. Permainan piano dan orchestra yang bermain bersamananya telah selesai. Selama 2 jam, kami semua disuguhkan dengan musik-musik yang pantas untuk dipertunjukan bagi semua penonton. Sebelum tirai ditutup, aku bergegas untuk keluar dari ruang pertunjukan dan mengarah ke backstage.

Aku tahu bahwa tidak semua orang bisa masuk kesana. Tapi dengan alasan aku adalah temannya dan kebetulan beberapa staff yang pernah meilhatku saat di Jeju, dengan mudah aku dapat masuk ke backstage. Dadaku berdegup dengan kencang saat aku sudah berdiri didepan pintu ruang tunggu Sooyoung. Mengingat-ingat apa yang akan aku katakana nanti.

Kuketuk pintu ruangannya. Selang beberapa detik, pintu itu terbuka dan aku dapat melihat wajah Sooyoung kembali dalam jarak dekat.

 

Author POV

Dua insan yang memang sejak tadi dalam perasaan gugup, akhirnya kembali bertatapan secara langsung.

“Kyuhyun-ssi”

“Sooyoung-ah”

Senyum merekah diwajah Kyuhyun saat berhadapan dengan Sooyoung. Selama beberapa menit mereka bertatapan, mencoba untuk menormalkan perasaan gugup yang saling melanda.

“Apa yang kau lakukan disini?” pecah Sooyoung, menghilangkan kesunyian diantara mereka berdua.  Kyuhyun mengerjapkan matanya dan kembali kealam sadarnya. “Bolehkah aku masuk?” tanpa menunggu jawaban Sooyoung, Kyuhyun berjalan masuk yang otomatis tanpa Sooyoung sadari membuat Sooyoung berjalan mundur. Seakan memberikan izin Kyuhyun untuk masuk. Suara pintu tertutup terdengar dari belakang tubuh Kyuhyun.

“Selamat atas pertunjukanmu” Kyuhyun menyodorkan buket bunga yang sejak tadi dibawanya. Sooyoung terlihat bingung dan memandang antara wajah Kyuhyun dan buket yang digenggamnya. “Saat di Jeju, aku belum menyerahkan ini padamu. Jadi aku memutuskan untuk datang kembali hari ini” masih dengan diamnya yang terkejut, Sooyoung menerima bunga yang diberikan oleh Kyuhyun. Tapi sikap Sooyoung yang seperti itu justru dianggap sebagai langkah awal yang baik bagi Kyuhyun.

“Terima kasih” ucap Sooyoung sambil memandang kearah bunga yang telah ada digenggamannya.

“Kau juga terlihat sangat cantik hari ini” lanjut Kyuhyun yang membuahkan semburat merah dipipi Sooyoung.

Hening kembali melanda ruangan yang hanya terisi oleh mereka berdua. Bingung dengan apa yang harus dilakukannya, Sooyoung beranjak ke meja riasnya dan meletakkan bunga itu. “Jika tidak ada yang ingin dibicarakan, bisakah Kyuhyun-ssi keluar? Aku harus mengganti pakaianku dan bersiap untuk pergi lagi” ucapnya tanpa membalikkan badan menghadap Kyuhyun. Menutupi kegugupannya.

Panggilan ‘Kyuhyun-ssi’ yang terdengar dari bibir Sooyoung kembali menyayat hati Kyuhyun. Sudah berubahnya panggilan untuknya, menjadi lebih formal.

“Aku kesini juga ingin membicarakan tentang masalah kita selama ini” tubuh Sooyoung menegang, membahas masa lalunya merupakan hal yang selama 2 tahun ini Sooyoung coba hindari. “Aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Semua sudah jelas” balas Sooyoung masih dengan posisinya yang membelakangi Kyuhyun. Sooyoung juga tidak berani untuk menatap kearah Kyuhyun melalui cermin didepannya. Menatap Kyuhyun akan membuat dirinya kembali goyah.

“Aku rasa belom ada penjelasan apapun, dulu maupun sekarang. Karena aku tahu kau berbohong padaku” ucapan Kyuhyun membuat Sooyoung membalikan badannya dan menatap tajam pada Kyuhyun. ‘Apakah dia telah tahu semuanya?’ batin Sooyoung.

“Aku tahu kau pasti menutupi suatu hal dariku. Matamu tidak pernah dapat membohongiku” Sooyoung memutus pandangan mereka dan mengalihkan untuk menatap objek lain. Dia sadar bahwa Kyuhyun sejak dulu tidak pernah bisa dibohongi dengan tatapannya, walaupun Sooyoung mengatakan hal yang lain.

“Aku akan menerima semua alasanmu. Seburuk apapun alasanmu, aku akan selalu memaafkannya dan mencintaimu. Kau adalah hidupku. Tanpamu, aku merasa telah mati. Hati ini selalu menjadi milikmu. Kau telah membawanya pergi sejak pertama kali kita bertemu” ungkapan perasaan Kyuhyun membuat hati Sooyoung tergerak dan meneteskan air mata yang sejak tadi coba ia tahan.

“Apa maksudmu? Bagaimana dengan Yoona?” balasnya dengan nada yang ditahan agar tidak bergetar. Kyuhyun melangkahkan kakinya kearah Sooyoung dan menggenggam kedua tangannya. “Aku tidak pernah mencintainya. Eomma yang mencoba untuk menjodohkan kami. Tapi dari awal, hati ini hanya untukmu. Kau yang telah berhasil membuatku kembali percaya akan namanya cinta” ucapnya dan meletakkan sebelah tangan Sooyoung kedadanya. Sooyoung dapat merasakan degupan jantung Kyuhyun yang sama berdebar dengan cepat seperti dirinya.

Tersadar akan situasi ini, Sooyoung menurunkan tangannya dan melepaskan genggaman Kyuhyun. “Aku tidak bisa. Kita tidak bisa bersama. Jika kau mengetahui semua alasannya, kau tidak akan pernah memaafkanku” Sooyoung kembali membalikkan badannya dan menghapus air matanya.

“Bagaimana kau tahu aku tidak akan memaafkanmu jika kau tidak mengatakan yang sejujurnya padaku?” desak Kyuhyun lagi. “Aku akan selalu memaafkan orang yang sangat aku cintai. Karena tanpamu, aku bukanlah apa-apa. Lebih baik aku mati, daripada aku tidak bisa bersamamu” Sooyoung terkejut dan membalikkan badannya kembali. Menatap tajam pada Kyuhyun.

“Jangan pernah kau mengatakan seperti itu!” ucap Sooyoung dengan nada marah. “Kalau begitu, kembalilah padaku. Kita mulai lagi dari awal” Kyuhyun memegang bahu Sooyoung dengan kencang, seakan mempertegas ucapannya. Sebelum Sooyoung sempat mendebatnya, pintu ruangan Sooyoung kembali diketuk dari luar.

“Sooyoung-ah… apa kau didalam?” suara seseorang yang familiar dalam pendengaran Kyuhyun. “Oppa masuk ya” karena dirasanya tidak ada jawaban dari orang didalamnya, orang diluar pintu membuka pintu ruangan Sooyoung dan terkejut dengan apa yang dilihatnya.

“Apa yang kau lakukan disini Kyuhyun-ssi? Lepaskan Sooyoung!” ucapnya dengan nada tegas. “Siwon oppa” lirih Sooyoung. Dilihatnya Kyuhyun masih memegang bahu Sooyoung, Siwon menghampiri mereka dan melepas tangan Kyuhyun dan menarik Sooyoung ke belakang tubuhnya.

“Lebih baik kau pergi sekarang Kyuhyun-ssi. Kehadiranmu tidak diterima disini” sifat protektif Siwon kembali muncul. Hal ini perlu dihindari, guna membuat Sooyoung kembali stabil. Siwon dapat melihat dari awal kalau Sooyoung mulai merasa tertekan dengan tindakan Kyuhyun. Dirinya yakin bahwa telah terjadi suatu hal sebelum dirinya datang.

Terdengar isakan pelan Sooyoung dari balik tubuh Siwon, membuat Kyuhyun tergerak untuk mencoba menggapainya. Tapi tangan Siwon lebih dulu menghalanginya dan menatap dengan tatapan memohon. “Aku mohon, pergilah sekarang. Dengan kau berada disini, tidak akan memperbaiki keadaan” ucap Siwon dengan nada lebih pelan. Kyuhyun yang mulai paham dengan situasi ini, beranjak untuk pergi meninggalkan mereka berdua.

“Maafkan aku Sooyoung-ah. Aku mencintaimu” kata-kata Kyuhyun sebelum akhirnya pintu kembali tertutup membuat pertahanan Sooyoung kembali runtuh. Dengan sigap Siwon merengkuh tubuh Sooyoung. Mengusap dengan sayang puncak kepalanya.

“Tenanglah, ada oppa disini. Semua akan baik-baik saja” perkataan menenangkan itu masih belum bisa membuat tangisan Sooyoung reda. “Aku mencintainya, tapi aku tidak bisa bersama dengannya. Bayang-bayang itu akan selalu muncul jika aku bersamanya. Perasaan bersalah itu akan selalu ada jika aku menatap matanya. Aku tidak bisa oppa. Apa yang harus aku lakukan” isak Sooyoung membasahi baju Siwon dengan air mata yang tidak berhenti keluar dari mata indahnya.

“Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Oppa akan mengikuti semua keputusanmu, semua yang terbaik untukmu. Oppa akan selalu melindungi yeodongsaeng oppa. Walaupun aku adalah kakak sepupumu, tapi kau sudah seperti adik kandungku. Jadi oppa tidak akan membiarkan dirimu kembali dalam keterpurukan ini. Percayalah pada oppa” dengan isakan yang masih terdengar ditelinga Siwon, Sooyoung menganggukan kepalanya. Menyandarkan semua beban yang ada dihatinya. Hanya oppa-nya yang dapat mengerti dirinya. Sebagai dokternya maupun sebagai keluarga.

Tanpa mereka sadari, Kyuhyun masih berada dibalik pintu ruang tunggu. Mendengar semua percakapan pilu antara Sooyoung dan Siwon dari celah pintu yang sengaja dia tidak tutup rapat. Sebuah fakta yang akhirnya terungkap tentang kebenaran siapa Siwon.

 

~~o~~

 

Suara langkah kaki yang tergesa mengisi sepinya lorong sebuah gedung apartemen. Setelah tiba didepan pintu apartemen yang ditujunya, dengan tidak sabaran, orang tersebut memencet bel apartemen dengan tidak sabaran.

Tidak sampai semenit, pintu itu terbuka dan memunculkan sosok pria yang juga berhadapan dengan pria yang tadi memencet bel apartemennya. “Dimana Sooyoung?” Tanya langsung pria tadi tidak sabaran. “Ada dikamarku, masuklah dengan pelan. Aku tidak ingin kau sampai membangunkannya” pemilik apartemen itu yang tak lain adalah Siwon memberi jalan pada Kris untuk masuk ke kamar satu-satunya yang ada di apartemen itu.

Dibukanya pintu kamar dengan perlahan dan terlihat Sooyoung yang sedang tertidur dengan tenang diatas kasur. Dari seklias pandang saja sudah terlihat seberapa kacau keadaan Sooyoung. Wajah yang terlihat agak sembab dan make-up yang masih belum dihapus, kebiasaan Sooyoung yang segera menghapus make-upnya setiap selesai melakukan aktivitas. Karena tidak ingin menggangu Sooyoung, Kris kembali menutup pintu kamar dan langsung berhadapan dengan Siwon yang telah berdiri dibelakangnya.

“Kita perlu bicara” Siwon melangkahkan kakiknya ke sofa yang berada didepan TV, diikuti oleh Kris dibelakangnya. “Apa yang terjadi? Saat aku ingin menemuinya diruang tunggu, salah satu crew bilang padaku bahwa kau sudah membawanya dan kondisi Sooyoung terlihat tidak baik-baik saja” Tanya Kris langsung setelah mendudukan dirinya disofa. Siwon menyandarkan tubuhnya dan menghela nafas.

“Kau tentunya sudah tahu kalau dulu Sooyoung pernah mengalami sebuah insiden tabrakan mobil” ucapnya sambil menengadahkan kepalanya, membuka memori 7 tahun yang lalu. “Ya aku tahu itu dan korbannya meninggal dunia. Aku sangat tahu itu karena kau yang menceritakannya padaku saat pertama kali kita berkenalan” Kris menganggukan kepalanya dan juga terbawa pada memori 2 tahun yang lalu, pertama kali dia berkenalan dengan Choi bersaudara. “Lalu apa masalahnya sekarang? Apakah ada hubungannya dengan kondisi Sooyoung saat ini?” lanjutnya lagi.

Kris menatap pada Siwon, menunggu lanjutan dari apa yang ingin Siwon bicarakan dengannya.

“Hari ini, aku hampir melihat kembali kondisi Sooyoung seperti 2 tahun yang lalu. Tapi, mungkin karena Sooyoung sudah mulai bisa mengendalikan emosinya dengan lebih baik. Hal itu tidak separah 2 tahun yang lalu. Hanya saja itu tetap membuatku khawatir” Kris menganggukan kepalanya pertanda mengerti akan penjelasan Siwon.

Kris merupakan salah satu orang yang melihat proses penyembuhan ‘kembali’ Sooyoung saat Sooyoung kembali ke Perancis. Lebih tepatnya mereka tidak sengaja bertemu di rumah sakit saat Kris akan mengunjungi kerabatnya yang sedang dirawat. Ketertarikan Kris akan metode penyembuhan Sooyoung dengan mendengarkan music klasik, membuat Kris ingin mengenal sosok Sooyoung. Seperti takdir yang mempertemukan mereka, Kris yang berprofesi sebagai produser musik dan Sooyoung yang ingin menjadi Pianis, membuat mereka semakin  dekat dan pada akhirnya Kris turut membantu terapi Sooyoung.

“Apa yang menjadi pemicunya hari ini?” Tanya Kris lagi ingin lebih tahu. “Sebenarnya saat Sooyoung tinggal di Seoul, dia memiliki seorang kekasih. Sialnya, pria itu adalah pacar dari wanita yang meninggal dalam kecelakaan itu” info yang mengejutkan itu membuat Kris menatap tidak percaya pada Siwon yang dibalas Siwon dengan sebuah anggukan kepala. “Aku sudah mengira kau akan terkejut jika mengetahuinya” lanjutnya.

“Kenapa kau tidak menceritakannya sejak awal?” Kris menggelengkan kepalanya. Info yang baru didengarnya ini terasa tidak masuk akal. Semua kebetulan ini, sangatlah konyol. Dari sekian banyaknya orang, Sooyoung harus memiliki kekasih yang terkait dengan traumanya.

“Aku tidak ingin mengungkit apa yang telah terjadi di Seoul. Karena sejak kami memutuskan untuk membawa Sooyoung kembali ke Perancis, semua kenangan yang ada di Seoul akan kami hindari” untuk kesekian kalinya, Siwon menghembuskan nafasnya lagi.

“Tapi hari ini terjadi hal yang sangat ingin aku hindari jika Sooyoung melangsungkan recital di Seoul. Sooyoung bertemu dengan pria itu dan seperti yang sudah kau lihat bagaimana kondisi Sooyoung saat ini” lanjut Siwon.

Keheningan melanda suasana diantara mereka berdua. Masing-masing sedang memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya setelah ini.

“Apakah pria itu tahu tentang masa lalu Sooyoung?” Tanya Kris lagi. “Sayangnya dia tidak tahu dan Sooyoung tidak ingin dia sampai tahu. Karena Sooyoung sangat mencintainya. Maafkan aku Kris atas fakta ini” ucapan Siwon membuat Kris merasa miris. Fakta yang dirinya hindari.

“Ya, sejak kau berkata dia adalah kekasih Sooyoung saat di Seoul, aku tahu kalau Sooyoung masih sangat mencintainya. Itulah alasan Sooyoung sampai saat ini tidak bisa menerima perasaanku. Sooyoung mencintai pria lain, itu yang dia katakan padaku sebagai penolakan. Jadi kau tak perlu meminta maaf” Kris tertawa semakin miris. Apapun yang Kris lakukan untuk Sooyoung, skinship atau apapun itu, tidaklah membuat pertahanan hati Sooyoung goyah. Penerimaan skinship Kris pada Sooyoung hanyalah sebatas rasa terima kasih Sooyoung pada Kris karena sudah mau membantu dan menemaninya selama ini dan ketidak tegaannya untuk semakin menyakiti hati Kris. Walaupun hal itu justru semakin membuat Kris sakit hati dan masih berharap.

“Bisakah aku meminta bantuanmu kembali?” Tanya Siwon dengan hati-hati. Karena apa yang dimintanya mungkin akan merugikan Kris, walaupun nantinya Siwon dapat menutupi kerugian tersebut. Tapi semua ini ia lakukan demi Sooyoung.

Kris menganggukan kepalanya. “Bisakah kau membatalkan sisa recital Sooyoung di Korea? Aku ingin ia beristirahat terlebih dahulu selama seminggu. Setelah itu aku akan membawa pulang Sooyoung kembali ke Perancis” memang masih ada 4 resital lagi yang harus dilakukan Sooyoung selama di Korea dan pastinya tidaklah sedikit kerugian yang dialami Kris.

“Tidak apa-apa, aku juga berpikir seperti itu. Aku tidak ingin sampai pria itu kembali menemui Sooyoung” mata Kris terlihat berkilat, tercampur akan emosi membayangkan apa yang akan terjadi pada Sooyoung jika mereka bertemu lagi dan sudah dapat dipastikan Kris akan meninju pria itu jika bertemu dengannya.

“Terima kasih Kris. Aku akan mengganti kerugian yang kau alami” lanjut Siwon dengan senyum tulus pada kebaikan Kris. Pria malang dan baik hati yang belum bisa meraih hati Sooyoung. “Tidak masalah, jadi kau tidak perlu memikirkan ganti rugi padaku. Semua ini kulakukan demi Sooyoung”

‘Haruskah serumit ini hidup Sooyoung? Gadis baik tetapi dirundung trauma akan masa lalunya. Haruskah seperti ini perasaanku pada Sooyoung? Cinta yang tak terbalas? Apa yang harus kulakukan lagi untuk membuat Sooyoung bisa menatapku?’

 

TBC

 

Akhirnya dilanjut juga setelah 3 tahun HAHAHAHA, Maaf yang udah pada nungguin *emang masih ada yg nungguin ff ini?*. Dulu udah bikin lanjutannya, tapi karena tiba-tiba laptop rusak, jadinya kehapus dan writer’s block banget buat ngelanjutinnya. Semoga gak semakin mengecewakan ya ceritanya. Keep RCL ya.. ^^

Advertisements

3 thoughts on “Hate Or Love (Part 7)

  1. Hai chigu aku baru buka wp kmu dan mian kalau aku baca ceritany ffny dan hate or love udh aku baca dri part 1 smpai 7 dan mian bru koment di part ini ceritany bgus cuma kasihan sama kyuhyun oppa yang gak di kasih tau kebenarannya kalau tau kan pasti gak akan gk jelas seperti ini siapa tau kyuhyun oppa bisa memaafkan sooeoni next part di tnggu chigu aku skrng akan pantengin wp kmu soalny aku Knight jga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s